Wartalive.co.id – Medan – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan intelektual, digital dan spiritual.
Hal tersebut disampaikan Rektor Institut Kesehatan Helvetia (IKH), Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si., saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Mahasiswa Baru (PKMB) IKH Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus 2 IKH, Jalan Gedung Arca, kawasan Teladan, Medan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 mahasiswa baru dan berlangsung selama dua hari. Para mahasiswa berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Farmasi dan Kesehatan.
Baca Juga: Masyarakat Turun Aksi, Atas Dumas Yang Mangkrak Di Kantor Inspektorat Nias Selatan.
Sejumlah program studi turut diikuti mahasiswa baru, di antaranya Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Kebidanan.
Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan bahwa mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi saat ini menghadapi perkembangan teknologi yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.
AI, kata dia, telah berkembang dengan cepat dan mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari proses belajar, pekerjaan, komunikasi hingga cara manusia menyelesaikan persoalan.
Untuk itu, Rektor IKH memperkenalkan konsep 3C Alfalah, yaitu Cerdas Intelektual, Cerdas Digital dan Cerdas Spiritual sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi perubahan zaman.
Menurut Ismail, kecerdasan intelektual dapat dibangun melalui kesungguhan dalam mengikuti proses pendidikan serta pencapaian akademik. Ia juga mendorong mahasiswa baru untuk menjaga prestasi dengan menargetkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25.
Sementara kecerdasan digital, lanjutnya, diperlukan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi.
Mahasiswa diharapkan mampu menguasai berbagai perangkat digital, memanfaatkan AI tools, memahami desain komunikasi, hingga meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik.
Namun, kemampuan intelektual dan digital tersebut, menurut Ismail, tetap harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual.
“Sepintar apa pun tanpa shalat dan adab, ilmu tidak berkah,” pesan Ismail kepada para mahasiswa baru.
Selain kemampuan akademik, Rektor IKH juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan kampus dengan pola “KUPU-KUPU”, yakni kuliah-pulang-kuliah-pulang.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mendapatkan pengalaman, membangun kepemimpinan, memperluas jejaring dan melatih kemampuan bekerja sama.
Karena itu, mahasiswa juga diharapkan aktif mengikuti organisasi maupun berbagai kegiatan kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus.
PKMB IKH juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh lingkungan akademik kampus. Saat ini, IKH memiliki dua lokasi kampus, yakni Kampus 1 di Jalan Sumarsono dan Kampus 2 di Jalan Gedung Arca, Teladan, Medan.
Lihat Juga: Satpol PP Padangsidimpuan Sisir Kafe, Pondok Tertutup Ditertibkan.
Kampus 2 tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir pembangunan dan dipersiapkan menjadi lingkungan pendidikan yang lebih luas serta representatif untuk mendukung kegiatan akademik maupun aktivitas kemahasiswaan.
Pelaksanaan PKMB turut dihadiri para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, civitas akademika, pengelola yayasan dan sejumlah tokoh pendidikan.
Selain pengenalan lingkungan kampus dan berbagai program internal, mahasiswa baru juga mendapatkan materi mengenai wawasan kebangsaan, ketahanan bangsa, penyuluhan antinarkoba serta pembekalan terkait kehidupan sebagai mahasiswa.
Rangkaian PKMB dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada acara penutupan, panitia juga telah menyiapkan hiburan dengan menghadirkan artis dari Ibu Kota.
Bagi IKH, kegiatan PKMB tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dalam membentuk mahasiswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan zaman, namun tetap menjunjung tinggi adab, karakter serta tanggung jawab sosial. (Ananda)

