Monday, October 12, 2026

Blusukan ke Pelosok, Bupati Tapsel Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran

Baca Juga

Wartalive.co.id – Tak hanya berkutat di ruang kantor, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung ke desa untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan warga.

Bersama Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimcam serta anggota DPRD Tapsel, Bupati melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Angkola Sangkunur, Minggu (27/9/2026).

- Advertisement -

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Gus Irawan mengatakan, turun ke desa menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan, terlebih pemerintah daerah saat ini menghadapi keterbatasan ruang fiskal dan masih dalam proses pemulihan pasca bencana.

“ Kami bersepakat paling tidak setiap dua minggu pada akhir pekan turun ke desa-desa bersama Pak Kapolres. Selain mengecek program kegiatan yang berlangsung pada tahun berjalan, kami juga ingin melihat langsung kebutuhan masyarakat, ” ujar Gus Irawan

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau sejumlah kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Polisi Perbaiki Jembatan Penghubung Dua Desa

Di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, Bupati menyerahkan sekaligus menebar 15.500 ekor benih ikan untuk mendukung pengembangan Lubuk Larangan yang dikelola masyarakat melalui Pokmaswas Naposo Nauli Bulung (NNB) Sibongbong.

Benih ikan yang ditebar terdiri atas ikan jurung, mas, tawes, baung dan gurami. Selain itu, Pokmaswas Rap-Rim Sibongbong juga menerima 14.500 ekor bibit ikan untuk dikelola di kawasan sungai.

Menurut Bupati, pengembangan Lubuk Larangan bukan hanya bertujuan meningkatkan populasi ikan, tetapi juga menjaga ekosistem sungai sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“ Bukan hanya ikannya yang harus dijaga, tetapi hulunya juga. Jangan membuang sampah ke sungai dan jangan menangkap ikan dengan cara yang merusak. Kalau ekosistemnya kita jaga, ikan berkembang dan pada akhirnya manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,.” tegas Bupati

Bupati juga membuka Lubuk Larangan Nurul Falah di Garonggang, Lingkungan I Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan.

Lubuk Larangan yang telah berjalan sejak awal 2006 itu disebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk mendukung penyediaan lahan untuk fasilitas publik.

Gus Irawan menyebut pengembangan Lubuk Larangan sejalan dengan program Seribu Kolam Pemkab Tapsel dalam memperkuat ketahanan pangan dan produksi ikan daerah.

Dari sektor perikanan, perhatian Bupati juga diarahkan pada sektor pertanian, di Desa Aek Natas.

Gus Irawan menyaksikan penyerahan bantuan 500 kilogram benih padi varietas Gamagora untuk areal sekitar 20 hektare. Benih tersebut merupakan bagian dari program APBD untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Lihat Juga: Warga Bergantung pada Tambang, Gus Irawan Siapkan Solusi

Bupati meminta PPL memberikan pendampingan agar bantuan benih benar-benar berdampak terhadap produktivitas dan pendapatan petani.

Ia juga mendorong pola rotasi tanaman padi dan jagung pada lahan yang mengalami keterbatasan air.

“ Kalau air cukup, kita tanam padi. Ketika musim kemarau dan kondisi air memungkinkan untuk jagung, kita dorong jagung. Dengan rotasi tanaman, lahan tetap produktif dan pendapatan petani bisa meningkat, ” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi perhatian pemerintah menyusul dampak bencana banjir bandang pada 25 November tahun lalu yang menyebabkan lebih dari 3.000 hektare sawah di Tapsel terdampak gagal panen atau puso.

Bupati mendorong agar lahan yang belum dapat ditanami padi akibat kerusakan irigasi tetap produktif melalui pengembangan tanaman jagung.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Bupati juga menyoroti persoalan ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin.

Gus Irawan menegaskan, upaya penertiban harus dibarengi dengan solusi mata pencaharian bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Sejumlah alternatif yang didorong pemerintah antara lain peternakan ayam petelur, perikanan, pertanian jagung serta usaha produktif lainnya sesuai potensi masing-masing desa.

“ Yang kita dorong adalah masyarakat berhijrah dari pekerjaan yang melanggar hukum menuju usaha yang legal, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,.” katanya.

Pemkab Tapsel juga mendorong akses permodalan melalui KUR Bank Sumut dan zakat produktif Baznas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Kunjungan Bupati bersama jajaran juga mencakup peninjauan perbaikan jembatan gantung di Desa Sibongbong serta Huntap Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan.

Sementara di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, tiga kelompok usaha bersama menerima bantuan masing-masing 11.500 ekor bibit ikan untuk pengembangan perikanan berbasis masyarakat.

Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembangunan tidak hanya dilihat dari laporan administrasi, tetapi juga melalui kondisi nyata di lapangan.

Gus Irawan menegaskan, kunjungan langsung ke desa akan terus dilakukan untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita melihat langsung kondisinya, mendengar aspirasi masyarakat, kemudian menentukan apa yang menjadi prioritas, ” pungkasnya. (Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya