Wartalive.co.id — Kepadatan arus lalu lintas terpantau melumpuhkan kawasan Simpang Ringroad – Setia Budi, Medan, pada Minggu (29/3) sore. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua mengular panjang, menciptakan titik jenuh yang menghambat mobilitas warga di salah satu urat nadi transportasi kota Medan tersebut.
Kemacetan ini diperkirakan terjadi akibat membludaknya volume kendaraan yang datang dari arah Berastagi menuju pusat Kota Medan. Ribuan kendaraan tampak merayap perlahan, memenuhi setiap celah aspal sejak siang hingga menjelang petang, seiring dengan berakhirnya masa libur akhir pekan bagi sebagian besar masyarakat.
Kondisi ini mendapat sorotan dari Sapna, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Menurut pengamatannya, kepadatan hari ini terasa lebih intens dibandingkan hari Minggu biasanya, karena adanya percampuran antara arus wisata rutin dan fenomena pergerakan masyarakat pasca-periode tertentu.
Baca Juga : Pasar Malam Aek Orsik Ramaikan Suasana Lebaran di Panyabungan
“Hari Minggu ini macet mungkin karena masih ada masyarakat yang pulang hari minggu ini,” ujar Sapna saat memberikan pendapatnya mengenai situasi di lapangan. Ia menilai ada pergeseran waktu tempuh masyarakat dalam melakukan perjalanan menuju Medan yang terakumulasi pada sore hari ini.
Faktor pemicu lainnya yang diidentifikasi adalah adanya kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home) yang masih diterapkan oleh sejumlah perusahaan. Hal ini memungkinkan para pekerja untuk tinggal lebih lama di luar kota dan baru memutuskan untuk kembali ke Medan pada akhir pekan ini.
“Karena beberapa perusahaan menerapkan WFH, kerja dari rumah, jadi masyarakat yang WFH baru pulang hari ini. Mereka sepertinya mencoba menghindari macet panjang saat arus mudik Lebaran kemarin,” tambah Sapna menjelaskan alasan di balik lonjakan volume kendaraan tersebut.
Lihat Juga : Hari Terakhir Libur Lebaran, Arus Balik Penumpang Kereta di Sumut Meningkat
Selain faktor pekerja WFH, lonjakan ini juga dipengaruhi oleh antusiasme warga Medan yang menghabiskan waktu berlibur ke dataran tinggi Berastagi. Sebagai destinasi favorit, Berastagi selalu menyedot ribuan wisatawan setiap akhir pekan, yang secara otomatis membebani jalur kepulangan di Simpang Ringroad saat Minggu sore.
“Ditambah lagi memang akhir pekan, banyak masyarakat Medan yang jalan-jalan ke Berastagi. Jadi sudah normal lah macet begini,” pungkas Sapna menutup keterangannya. Meski dianggap sudah menjadi pemandangan biasa, kemacetan ini tetap memerlukan perhatian khusus dari petugas kepolisian untuk mengurai arus agar tidak terjadi stagnasi total.(febrian)

