Tuesday, October 13, 2026

Bangkitkan Semangat Persatuan, Kodim 0212/Tapsel Gandeng Mahasiswa Tabagsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Dalam rangka memperkuat semangat nasionalisme dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0212/Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Diskusi Wawasan Kebangsaan bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dan berbagai Organisasi Kemahasiswaan, berlangsung di aula Makodim 0212/Tapsel, Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan yang dipandu Pasi Intel Kodim 0212/Tapsel, Kapten S. Marbun ini, dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Universitas Graha Nusantara (UGN), Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), Universitas Aufa Rohan (UNAR) dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya.

- Advertisement -

Baca Juga : SMSI Dukung Stabilitas Nasional dan Peran Media Lokal

Hadir juga dari Organisasi Kemahasiswaan seperti, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Serikat Mahasiswa (Sekma), dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) dan Organisasi Kemahasiswaan.

Dalam kata pembukaan, Pasi Intel Kodim 0212/Tapsel, Kapten S. Marbun menyampaikan, kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu memperkuat rasa cinta tanah air, menumbuhkan jiwa nasionalisme dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.

” Kami mengajak kita semua untuk memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Mari kita berdiskusi dengan pikiran terbuka, saling bertukar ide dan mempererat tali silaturahmi demi Tabagsel yang aman, damai dan maju, ” kata Kapten S Marbun

Sementara dalam paparannya, Komandan Kodim 0212/Tapsel Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, menyampaikan tentang sejarah perjyangan pemuda melalui pergerakan pemuda melawan penjajahan sejak tahun 1908 kemudian mendukung kemerdekaan 1945 hingga era reformasi 1998.

Saat ini kata Dandim, kita dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari derasnya arus globalisasi, pengaruh media sosial, hingga ancaman paham radikalisme dan intoleransi yang dapat memecah belah bangsa.

Untuk itu ia menegaskan pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

” Generasi muda adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak adik-adik mahasiswa untuk memahami tantangan bangsa saat ini, termasuk ancaman radikalisme, disintegrasi dan pengaruh negatif media sosial, ” ujar Dandim.

Usai paparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber Dandim 0212 / Tapsel, seputar isu dan kondisi Tanah Air di akhir-akhir ini.

Selesai acara Dandim 0212/Tapsel Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, kepada wartawan menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi atas keprihatinan kami terhadap berbagai tantangan kebangsaan yang saat ini sedang kita hadapi bersama.

Dandim memandang mahasiswa sebagai aset dan calon pemimpin bangsa di masa depan, yang memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI.

” Melalui diskusi ini, kami ingin membangun ruang komunikasi yang sehat antara TNI dan mahasiswa, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya cinta tanah air, semangat persatuan, serta bahaya paham radikalisme dan intoleransi yang bisa merusak bangsa, ” terangnya

Ia juga menyoroti berbagai ancaman yang paling berpotensi mengikis rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, seperti, pengaruh negatif media sosial dan arus informasi global, paham radikalisme dan intoleransi, kurangnya pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai Pancasila dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai bangsa kita.

” Kami di Kodim 0212/Tapsel berupaya menjawab tantangan ini dengan memberikan ruang edukasi dan diskusi seperti yang kita lakukan hari ini, dengan harapan, mahasiswa tidak hanya menjadi generasi cerdas dan kritis, tetapi juga berkarakter, cinta tanah air dan mampu menjadi benteng pertahanan ideologi bangsa di tengah berbagai ancaman tersebut, ” tegasnya.

Sementara peserta diskusi masing-masing Syarial Siregar dari BEM IPTS menyatakan, diskusi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, yang selama ini, wawasan kebangsaan sering hanya kami dapatkan melalui materi kuliah atau buku, tetapi melalui kegiatan ini kami bisa berinteraksi langsung dengan pihak TNI dan berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan yang sedang kita hadapi.

” Acara ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air. Banyak hal yang sebelumnya kami pandang sederhana, ternyata memiliki kaitan erat dengan keamanan dan persatuan bangsa, terutama di wilayah Tabagsel yang sangat majemuk, ” kata Syahrial.

Lihat Juga : ATR/BPN Tekankan Komunikasi Publik untuk Tekan Pengaduan

Hal senada diungkapkan Rafina Andi dari BEM UGN, yang merasa bangga dan termotivasi karena TNI, khususnya Kodim 0212/Tapsel, memberikan ruang dialog yang terbuka bagi mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga keutuhan NKRI.

” Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin sering dilakukan, mungkin dengan tema yang lebih beragam. Karena bagi kami, wawasan kebangsaan bukan sekadar pengetahuan, tetapi bekal penting untuk menghadapi tantangan globalisasi dan ancaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa, ” tuturnya. (Wan)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya