Wartalive.co.id -.Bank Indonesia (BI)Perwakilan Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan menggelar Panen Raya Padi Sawah varietas Gamagora 7 di lahan Gapoktan Tatengger Bersatu, Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabuoaten Tapsel, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari uji coba varietas padi unggul baru di lahan petani Tapsel dan program tersebut menjadi wujud dukungan BI Sibolga dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui introduksi varietas berdaya hasil tinggi serta penguatan sarana produksi pertanian di tingkat petani.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Muhamad Taufik Batubara, S.P., MM, Kepala BI Perwakilan Sibolga Riza Putera, Plt. Kepala Dinas Kominfo Tapsel Muhammad Arief, ST, perwakilan Bulog Padangsidimpuan Dido Peto Sifarif, Kepala BPSB Nurhasanah Hasibuan, Katimker Penyuluh Pertanian Tapsel Lenny Marlina, Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan, Plt. Camat Angkola Muara Tais Yohannes, A.P
Baca Juga : Pemeliharaan Jaringan PLN, Sejumlah Wilayah Panyabungan Alami Pemadaman Sementara
Hadir juga Manager Brigade Pangan Tantom Angkola Rasyid Rambe, Koordinator BPP, para penyuluh pertanian lapangan, serta Ketua Gapoktan Tatengger Bersatu Amhar Harianja bersama para petani.
Dalam kegiatan itu, BI Sibolga menyerahkan bantuan bibit padi sawah varietas Gamagora 7 dan varietas lokal, lengkap dengan kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi) untuk demplot seluas dua hektare.
Selain itu, BI juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit hand traktor merek Yanmar serta dua unit alat sensor tanah digital farming merek Jinawi.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu melalui Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Muhamad Taufik Batubara, S.P., MM, menjelaskan, penanaman padi Gamagora 7 di demplot tersebut dimulai 24 Oktober 2025 lalu dan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan, produktivitas padi yang dihasilkan tergolong sangat baik.
“ Pada skala demplot, hasil ubinan menunjukkan produktivitas mencapai 9,7 ton per hektare. Ini menjadi indikator positif bagi pengembangan varietas Gamagora 7 di Tapsel, ” ujar Taufik.
Ia menambahkan, varietas Gamagora 7 memiliki keunggulan toleran terhadap keterbatasan air, sehingga dinilai cocok dikembangkan di wilayah yang rawan kekeringan maupun pada lahan sawah tadah hujan.
” Dengan daya adaptasi yang baik dan hasil tinggi, varietas ini berpotensi menjadi alternatif unggulan bagi petani setempat, ” terangnya
Kepala BI Perwakilan Sibolga Riza Putera, menyampaikan, varietas padi unggul inbrida Gamagora 7 resmi dilepas oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah memperoleh Surat Keputusan pelepasan dari Kementerian Pertanian RI pada 28 Maret 2023.
Varietas padi “amfibi” hasil mutasi Rajalele Klaten ini dirancang tahan terhadap hama wereng dan sejumlah penyakit, serta berpotensi menghasilkan hingga 9,8 ton per hektare.
Lihat Juga : Bobby Nasution Dorong Percepatan Dokumen R3P Pascabencana
Gamagora 7 dapat dikembangkan baik di lahan sawah irigasi maupun tadah hujan dan telah diuji di berbagai daerah, seperti NTB, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Melalui sinergi BI Sibolga dan Pemkab Tapsel, diharapkan pengembangan varietas unggul Gamagora 7 dapat terus diperluas guna meningkatkan produktivitas padi, pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
” Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi adaptif bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, baik El Nino maupun La Nina, ” ucap Riza. (Wan)

