Monday, October 12, 2026

BPBD, TNI dan Polri Berhasil Temukan Dua Korban Longsor di Batangtoru

Baca Juga

Wartalive.co.id – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan dua warga yang hilang akibat bencana tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Kedua korban yang ditemukan tersebut dalam kondisi telah meninggal dunia dan tertimbun material tanah di sekitar lokasi longsor yang terjadi sejak Senin (18/5/2026) sore lalu.

- Advertisement -

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel Zulkarnaen Siregar mengatakan korban pertama yang ditemukan yakni Yasine Gulo (44), warga Kelurahan Wek I, ditemukan pada Selasa (19/5/2026), sementara korban kedua merupakan anaknya, Sariman Gulo (26), ditemukan pada Rabu (20/5/2026), sekura pukul 10.00 Wib.

Baca Juga : ILP Hadirkan Layanan Kesehatan Lebih Cepat dan Dekat

“ Benar, dua korban tanah longsor di Kelurahan Wek I sudah ditemukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, ” ujar Zulkarnaen Siregar, saat di konfirmasi

Ia menjelaskan, sebelumnya pencarian pada hari kedua difokuskan di area longsor di Kampung Mandailing, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru.

Tim gabungan dari BPBD Tapsel, TNI dan Polri menyisir lokasi yang dipenuhi material tanah dan bebatuan untuk menemukan korban terakhir yang masih dinyatakan hilang.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Batangtoru guna menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“ Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Batangtoru untuk pemeriksaan medis. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, ” jelasnya.

Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Batangtoru sejak sore hari.

Material longsor menerjang permukiman warga dan menyebabkan dua orang dilaporkan hilang.

Pada awal pencarian, warga bersama petugas melakukan upaya evakuasi menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena tebalnya material longsor, proses pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan alat berat dan melibatkan berbagai unsur.

Tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi terdiri dari 10 personel Polri, 15 personel TNI, 20 personel BPBD, relawan, pihak keluarga, serta masyarakat setempat.

Kehadiran alat berat turut membantu mempercepat proses pencarian di lokasi bencana yang cukup sulit dijangkau.

Lihat Juga : Ziarah dan Tabur Bunga Harkitnas, Kapolres Ingatkan Pentingnya Menghargai Perjuangan Pahlawan

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam di tengah tingginya curah hujan saat ini.

” Jika terjadi hujan deras dalam waktu lama, warga diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau petugas apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah maupun retakan di sekitar permukiman, ” pesannya (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya