Monday, October 12, 2026

Bunda PAUD Tapsel Perkuat Gerakan Satu Desa Satu PAUD

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Tapsel di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Kamis (30/7/2026).

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat layanan PAUD hingga ke tingkat Desa dan Kelurahan.

- Advertisement -

Acara tersebut dihadiri Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua Pembina Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan, serta ratusan Bunda PAUD Desa dan Kelurahan.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan selaku Ketua Pembina Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, menegaskan bahwa usia 0 hingga 6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang menentukan pembentukan karakter, kecerdasan, kesehatan, dan kepribadian anak.

Baca Juga : Pemkab Tapsel Perkuat Mitigasi Lewat Kajian Risiko Bencana

Karena itu, Bunda PAUD diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi penggerak utama peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

” Saya mengucapkan selamat kepada seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan. Amanah ini memiliki konsekuensi. Setelah kembali ke Desa dan Kelurahan masing-masing, susunlah program untuk memajukan PAUD. Bagi desa yang belum memiliki PAUD, mari kita wujudkan secara bertahap sehingga target satu desa satu PAUD dapat tercapai, ” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, Tapsel memiliki 212 Desa dan 36 Kelurahan yang kini seluruhnya telah memiliki Bunda PAUD. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.

Untuk mempercepat pemerataan layanan PAUD, Bupati meminta Dinas Pendidikan bersama pemerintah desa memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, seperti ruang kosong di sekolah dasar, Kantor Desa, Kantor Kelurahan, maupun gedung pemerintah lainnya sebagai lokasi penyelenggaraan PAUD.

Ia menilai pendidikan usia dini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya. Masih ditemukannya siswa sekolah dasar yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung menjadi bukti pentingnya akses pendidikan sejak usia dini.

Sebagai contoh, Gus Irawan menyinggung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tapsel bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Pada awal program, sekitar separuh peserta belum mampu membaca, menulis dan berhitung.

Namun melalui sistem pembelajaran intensif berasrama, kemampuan mereka mengalami peningkatan yang signifikan.

Selain memperkuat layanan PAUD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

Salah satunya melalui seleksi 250 calon kepala sekolah dan mengirim 125 peserta terbaik mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara.

” Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, fondasinya harus dibangun dari pendidikan usia dini. Anak-anak inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus yang mampu bersaing di masa depan, ” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh Bunda PAUD turut menjaga ketahanan keluarga dengan mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba dan praktik rentenir.

Menurutnya, keluarga yang harmonis menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan pengukuhan tersebut merupakan amanah besar untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

Lihat Juga : Penjaringan SEMA dan DEMA STAIN Madina Dinilai Cacat Hukum

Ia mengungkapkan, hingga kini masih terdapat 103 desa dan kelurahan yang belum memiliki layanan PAUD.

Karena itu, ia mengajak seluruh Bunda PAUD membangun sinergi dengan pemerintah desa, PKK, Posyandu, Puskesmas, HIMPAUDI, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar layanan PAUD dapat menjangkau seluruh anak.

” Kami mendorong Bunda PAUD mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, mengaktifkan Pokja Bunda PAUD di setiap wilayah, serta mendokumentasikan seluruh kegiatan melalui Platform Pijar Bunda PAUD sebagai bagian dari penguatan layanan dan persiapan mengikuti apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional, ” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapsel, Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, melaporkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 325 peserta yang terdiri atas 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan, 15 Bunda PAUD Kecamatan, 20 pengurus Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya