Sunday, October 11, 2026

Cegah Karhutla, PTAR Latih Masyarakat

Baca Juga

Wartalive.co.id – PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan (Tapsel), menggelar refreshment Early Warning System (EWS) dan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PTAR di Sopo Daganak, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, yang berlangsung selama dua hari (23 – 24 September 2026).

Pelatihan diikuti 220 peserta dari 22 desa dari Kecamatan Batangtoru, Muara Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, sebagai tindak lanjut evaluasi sistem peringatan dini setelah banjir November 2025.

- Advertisement -

Kegiatan dihadiri, Bupati Tapsel diwakili Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel
Zulkarnain Siregar, Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda Hasibuan, yang mewakili managemen PTAR, Kepala Daops Manggala Agni Sumut III Labusel, Asima Rohana Simbolon, Camat Batangtoru dan para peserta pelatihan.

Baca Juga: Medco E&P Indonesia Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM dan Pengembangan Usaha Untuk Anak Muda

Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan mendapat pelatihan terkait EWS banjir, pemetaan risiko, jalur evakuasi, rencana kontinjensi desa, komunikasi risiko hingga simulasi evakuasi.

Selain itu, masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk pengenalan peralatan dan simulasi penanganan kebakaran.

Kalaksa BPBD Tapsel Zulkarnain Siregar dalam sambutannya menyampaikan, mitigasi bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting, terutama masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana.

Melalui kegiatan ini, ia berharap kapasitas masyarakat semakin meningkat, sehingga mereka mampu mengenali potensi bencana, memahami sistem peringatan dini, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Dengan adanya pelatihan dan simulasi ini, kita ingin memastikan informasi peringatan dini dapat diterima dengan cepat dan diteruskan kepada masyarakat.

” Harapannya, ketika terjadi bencana, masyarakat tidak panik dan dapat melakukan evakuasi secara tepat dan terkoordinasi, ” ujarnya.

Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda Hasibuan, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, dari 22 desa yang terlibat diharapkan terbentuk tim yang dapat berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana sekaligus menjadi penghubung informasi kepada masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Menurut Masdar, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk dan memperkuat tim di setiap desa agar masyarakat dapat berperan aktif dalam penanggulangan bencana.

Dari 22 desa, kami ingin membentuk tim agar berkontribusi dan berpartisipasi dalam penanggulangan bencana serta menginformasikan kepada masyarakat langkah-langkah yang harus dilakukan apabila bencana terjadi.

“ Komitmen perusahaan dalam mengantisipasi kebencanaan ini perlu menjadi perhatian besar. Kami melakukan kegiatan ini untuk membentuk suatu tim di setiap desa dari 22 desa ini, agar berkontribusi dan berpartisipasi dalam penanggulangan bencana, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah desa di wilayah Batangtoru dan sekitarnya sebelumnya telah memiliki program Desa Tangguh Bencana.

Namun, fenomena bencana yang terjadi pada 2025 menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan, termasuk memperluas pembentukan tim di desa-desa yang dinilai memiliki potensi kerawanan bencana.

” Tim tersebut diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana, ” tegasnya.

Sementara, Kepala Daops Manggala Agni Sumut III Labusel, Asima Rohana Simbolon, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian Karhutla.

Menurut Asima penanganan kebakaran harus dimulai sejak api masih kecil di tingkat tapak.

Lihat Juga: Hadiri Perayaan Hari Nasional ke-77 RRC, Kasum TNI dan Menko Polkam Dorong Penguatan Hubungan Indonesia-China

“ Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas masyarakat adalah salah satu kunci utama. Setinggi apa pun teknologi dan sebanyak apa pun anggaran, tanpa melibatkan masyarakat akan sia-sia, ” katanya.

Ia juga mendorong penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui kolaborasi perusahaan, pemerintah dan masyarakat, sehingga kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.

” Ketika api masih kecil, kita sudah padamkan di TKP. Karena menunggu enam sampai tujuh jam dari markas ke sini, sudah berapa luas yang terbakar. Tapi ketika ini digerakkan, kami berharap api-api kecil itu segera padam, ” ujarnya.

Selain itu, upaya pengendalian Karhutla juga membutuhkan koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat melalui pembentukan maupun pengaktifan MPA.

Ia menegaskan, MPA tidak cukup hanya dibentuk, tetapi harus diberikan kegiatan dan peningkatan kapasitas agar dapat berfungsi ketika terjadi kebakaran.

Ia menegaskan, meskipun kondisi titik api di Tapsel relatif rendah, Asima mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.

Ia menyebut kondisi aman dalam beberapa tahun bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.

Sebaliknya, penumpukan material yang mudah terbakar di kawasan hutan dan lahan dapat meningkatkan potensi kebakaran apabila kondisi cuaca mendukung.

“ Kita masih bersyukur karena terkait ini masih aman. Tapi kita jangan berlengah. Ketika dua atau tiga tahun tidak terjadi kebakaran, kita harus siap bahwa bakal terjadi kebakaran besar, ” katanya.

Dalam pelatihan ini, Manggala Agni juga akan memberikan materi mengenai peraturan dan kebijakan pengendalian kebakaran hutan, langkah-langkah pengendalian Karhutla yang telah dilakukan di Sumut, pengenalan peralatan pemadaman, serta simulasi.

Pelatihan juga akan memperhatikan karakteristik wilayah, teknik penanganan kebakaran di kawasan datar dan lahan gambut, misalnya, berbeda dengan kawasan pegunungan seperti Batangtoru.

“ Kalau di daerah lain seperti di Labuhanbatu itu flat gambut, itu beda tekniknya dengan pegunungan, ” pungkasnya.(Wan)

Warta Terbaru

LPON Adukan Plt Ketua PSSI Sumut Arya Sinulingga ke PSSI Pusat

Wartalive.co.id, MEDAN - Lembaga Pemerhati Olahraga Nasional (LPON) menyampaikan laporan dan pengaduan resmi kepada Pengurus PSSI Pusat terkait pelaksanaan...

Artikel Menarik Lainnya