Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu memerangi tiga persoalan yang dinilainya menjadi penghambat kemajuan daerah, yakni penyalahgunaan narkoba, jeratan rentenir dan kemiskinan.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan BKMT Masyitoh yang digelar di Lapangan SMP Negeri 3 Desa Hurase, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, Rabu (22/7/2026).
Pengajian Akbar BKMT Masyitoh tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Batang Angkola, Kepala Desa dan Lurah, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, TP PKK, Dharma Wanita, pengurus BKMT, kelompok pengajian se-Kecamatan Batang Angkola, perwakilan Bank Sumut, serta undangan lainnya.
Baca Juga : Momentum HBA ke-66, Kolaborasi DPRD, Pemko dan Kejaksaan Kian Solid
Di hadapan ribuan jamaah, Gus Irawan mengaku sengaja meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut di tengah padatnya agenda pemerintahan karena ingin bersilaturahmi dengan masyarakat Batang Angkola.
” Saya sengaja datang di tengah jadwal yang padat karena rindu. Saya sudah berikrar untuk berperang melawan tiga hal, yakni narkoba, rentenir dan kemiskinan, ” ujar Bupati.
Menurutnya, perang yang dimaksud bukanlah perang secara fisik, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Untuk memerangi narkoba, Pemkab Tapsel akan memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian dan para ulama guna mencegah sekaligus memberantas peredaran narkotika.
” Mulai dari keluarga kita masing-masing. Kita akan bekerja sama dengan BNN, kepolisian, dan alim ulama karena persoalan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan, ” tegasnya.
Selain narkoba, Bupati juga menyoroti banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman berbunga tinggi dari lembaga pembiayaan informal.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya membebani ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial.
Sebagai solusi, Pemkab Tapsel mendorong masyarakat memanfaatkan Program KUR Berkah Bank Sumut yang menawarkan pembiayaan dengan bunga lebih ringan.
Bahkan, pemerintah daerah saat ini tengah mendata masyarakat yang terjerat rentenir agar dapat dialihkan ke skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
” Kita ingin masyarakat keluar dari jeratan pinjaman berbunga tinggi. Jangan menambah pinjaman baru, tetapi cari solusi agar bisa dipindahkan ke pembiayaan yang lebih ringan melalui Bank Sumut, ” katanya.
Bupati juga menegaskan, ke depan kinerja pemerintah desa akan turut dinilai berdasarkan upaya membantu masyarakat terbebas dari praktik rentenir.
Sementara dalam upaya menekan angka kemiskinan, Gus Irawan mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan tidur dengan menanam jagung yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan menyebutkan, keuntungan budidaya jagung dapat mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta per hektare.
Program tersebut juga akan diintegrasikan dengan sektor peternakan, sementara BUMD disiapkan menjadi offtaker atau penampung hasil panen sehingga petani tidak kesulitan memasarkan produksinya.
“Jangan ragu menanam jagung. Pemerintah akan memastikan hasil panennya ditampung, ” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Sayurmatinggi, Trikurniawan, memaparkan berbagai program pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti KUR Berkah, KUR Jagung, serta KUR untuk pengembangan usaha.
Ia menjelaskan, KUR Berkah yang menjadi pilot project di Kabupaten Tapsel menawarkan bunga sebesar 8 persen per tahun.
” Sementara KUR Jagung memberikan dukungan modal tanam disertai pendampingan penyuluh pertanian, dengan sistem pembayaran setelah panen, ” jelasnya.
Lihat Juga : PLN ULP Sidimpuan Kota Perbaiki Jaringan, Ini Daerah yang Terdampak
Ketua BKMT Kabupaten Tapsel, Rosmayanti Ritonga, mengajak masyarakat terus mendukung pengajian akbar yang rutin dilaksanakan setiap bulan.
Ia juga mengapresiasi komitmen Bupati Tapsel dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan kemudian diisi tausiyah oleh Al Ustadz H. Arpan Marwaji Gultom yang mengajak jamaah memperkuat iman, Islam dan ihsan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mempercayai anggapan bahwa bulan tertentu membawa kesialan, karena seluruh waktu merupakan ciptaan Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk beribadah dan berbuat kebaikan.(Wan)

