Tuesday, October 13, 2026

Desain Lampu Sein Minimalis pada Mobil Modern: Estetika yang Mengancam Keselamatan?

Baca Juga

Wartalive.co.id — Industri otomotif global kini tengah digandrungi oleh tren desain kendaraan yang serba futuristik dan minimalis. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada desain lampu penanda belok atau lampu sein (lampu tangan). Jika dulu lampu sein memiliki dimensi yang lebar dengan mika berwarna oranye yang kontras, kini banyak produsen mobil beralih ke desain lampu LED yang sangat tipis dan terintegrasi secara tersembunyi di dalam rumah lampu utama atau bemper, Kamis (30/4).

Perubahan desain ini sayangnya memicu perdebatan mengenai aspek fungsionalitas dan keselamatan di jalan raya. Alih-alih memberikan visibilitas yang lebih baik, desain yang terlalu kecil ini justru dianggap meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang berada di posisi belakang atau samping. Banyak pengguna jalan mengeluhkan bahwa indikator arah tersebut sering kali luput dari pandangan karena ukurannya yang dianggap tidak proporsional dengan bodi kendaraan.

- Advertisement -

Keresahan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Surya, warga yang tinggal di sekitar kawasan Sei Batang Hari. Ia menilai bahwa kecanggihan teknologi LED pada mobil keluaran terbaru memiliki kelemahan yang cukup fatal saat digunakan pada kondisi tertentu. Menurutnya, intensitas cahaya dan ukuran lampu yang kecil menjadi kendala utama bagi pengendara lain untuk mengantisipasi pergerakan mobil tersebut.

Baca Juga : Wabup dan Kapolres Asahan Resmikan Rumah Tahfidz Quran Amaliyah Kelurah Teladan

“Lebih hati-hati sajalah, apalagi di siang hari. Karena mobil sekarang lampunya kebanyakan model LED. Terangnya memang maksimal di malam hari, tapi kalau siang hari sedikit tidak jelas, apalagi bentukannya kecil sekali,” ujar Surya saat memberikan pendapatnya mengenai tren lampu sein modern tersebut.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Nugrah, seorang pengemudi ojek online yang setiap harinya menghabiskan waktu di jalan raya. Sebagai pengendara motor yang sering berada di posisi rentan, Nugrah mengaku sering merasa was-was saat berpapasan atau berada di belakang mobil-mobil mewah dengan desain lampu sein minimalis. Ia kerap kali terlambat menyadari bahwa mobil di depannya akan berbelok.

“Mobil-mobil desain baru sekarang kebanyakan lampu seinnya begitu. Sudah kecil, saat siang tidak kelihatan sama sekali. Kita yang di belakang atau di sampingnya sering was-was, karena kadang lampu seinnya itu tidak kelihatan padahal sebenarnya sudah nyala,” ungkap Nugrah dengan nada khawatir mengenai pengalamannya di lapangan.

Baca Juga : Tim Supervisi Desa/Kelurahan Percontohan Perlombaan HKG PKK Provsu Berkunjung ke Asahan

Kritik terhadap lampu sein “tak kasat mata” ini sebenarnya merujuk pada fenomena di mana intensitas cahaya matahari di siang hari sering kali mengalahkan pendaran lampu LED yang kecil. Selain ukuran yang minimalis, penempatan lampu sein yang terkadang terlalu rendah atau terlalu menyatu dengan lampu rem membuat mata pengendara lain membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi arah kendaraan di depannya.

Menyikapi hal ini, para pemilik kendaraan dihimbau untuk tetap waspada dan memberikan ruang jarak aman yang lebih luas. Di sisi lain, diharapkan produsen otomotif dapat menyeimbangkan antara estetika desain dengan aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama bagi seluruh pengguna jalan.(Febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya