Wartalive.co.id – Drama musikal bertajuk “Sinergi Kuat Tapsel Bangkit” menjadi penampilan yang paling menyita perhatian pada Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), dalam rangka Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, yang berlangsung di Panggung Keong PRSU, di Medan, Sabtu (4/7/2026) malam.
Drama musikal yang ditampilkan putra-putri Tapsel itu berhasil memukau ribuan pengunjung yang memenuhi arena hingga mendapat tepuk tangan meriah di penghujung acara.
Drama musikal yang dibawakan Sanggar Seni Sopo Daganak binaan PT Agincourt Resources (PTAR) tersebut mengangkat kisah perjuangan masyarakat Tapsel menghadapi bencana besar yang melanda daerah itu pada November 2025.
Baca Juga : Sempat Terputus, Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah
Melalui perpaduan seni drama, tari, musik dan tata artistik yang memukau, penonton diajak menyaksikan perjalanan masyarakat mulai dari kepanikan saat bencana, proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga bangkit kembali melalui semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak.
Pertunjukan ini menyampaikan pesan bahwa penanggulangan bencana hanya dapat berhasil melalui sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
Nilai-nilai Dalihan Natolu juga ditampilkan sebagai filosofi yang menjadi kekuatan masyarakat Tapsel dalam membangun harapan baru dan mempercepat pemulihan pasca bencana.
Sebelum pertunjukan dimulai, pembawa acara menjelaskan bahwa seluruh konsep, aransemen musik, hingga produksi drama musikal merupakan karya orisinal para trainer Sanggar Seni Sopo Daganak sebagai bentuk dukungan terhadap penyebaran pesan kebersamaan, kepedulian, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Malam pagelaran dibuka langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, didampingi Ketua TP PKK Tapsel, Ny. Murni Gus Irawan, dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mantan Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, kalangan perantau, serta ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan, tema “Sinergi Dalihan Natolu, Tapsel Bangkit, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan daerah.
Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemulihan ekonomi, sosial, dan mental masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar Tapsel mampu bangkit lebih kuat.
Bupati juga memaparkan berbagai program strategis Pemkab Tapsel, di antaranya gerakan perang melawan narkoba, pemberantasan rentenir melalui Program KUR Berkah Bank Sumut, pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif.
” Hari ini tidak boleh lagi ada alasan masyarakat tidak berusaha. Modal sudah disiapkan melalui KUR berbunga nol persen bagi pelaku usaha terdampak bencana, pendampingan juga tersedia, bahkan hasil produksi petani akan ditampung oleh BUMD sebagai off taker. Mari bersama-sama kita pulihkan ekonomi dan membangun Tapsel yang lebih kuat, ” tegas Gus Irawan.
Pada kesempatan tersebut juga digelar deklarasi bersama yang dipimpin Bupati bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan unsur pendidikan untuk mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya sebagai sastrawan, budayawan, dan pelopor lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Suasana semakin semarak dengan parade busana tenun khas Tapsel yang diperagakan oleh Bupati beserta istri, Wakil Bupati dan istri, Sekda beserta istri, pimpinan OPD, Kepala Bagian, hingga para Camat.
Parade tersebut menjadi ajang promosi tenun khas Tapsel sebagai warisan budaya yang memiliki potensi menembus pasar nasional maupun internasional.
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, memberikan apresiasi atas penampilan Pemkab Tapsel yang dinilai kreatif, atraktif dan berhasil menarik antusiasme masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar pada PRSU tahun mendatang diselenggarakan forum business matching yang mempertemukan investor dengan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Sementara itu, Farida Siregar, perantau asal Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, mengaku terharu menyaksikan drama musikal tersebut.
Lihat Juga : BKPRMI Padangsidimpuan Dukung Kebijakan Pertahanan Menuju Indonesia Emas 2045
” Drama ini membuat saya kembali mengingat masa-masa sulit sanak saudara saat bencana melanda kampung halaman. Namun saya bangga karena pemerintah bersama seluruh stakeholder bergerak cepat membantu masyarakat hingga akhirnya Tapsel bisa bangkit kembali, ” ujarnya.
Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapsel ditutup dengan pembagian berbagai door prize, mulai dari sepeda, mesin cuci, televisi, kompor gas, dispenser, kipas angin hingga rice cooker kepada para pengunjung.
Keikutsertaan Kabupaten Tapsel di PRSU ke-50 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media promosi budaya, potensi daerah, serta semangat kebangkitan masyarakat Tapsel melalui sinergi dan kolaborasi seluruh elemen bangsa.(Wan)

