Wartalive.co.id – Sejumlah elemen mulai dari anggota DPRD, Ulama, Pendidik hingga pemuda mendukung upaya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padangsidimpuan dalam melakukan operasi penertiban pondok-pondok tertutup, yang berpotensi sering dijadijan tempat mesum yang akhir-akhir ini kian menjamur di wilayah Kota Padangsidimpuan.
Mereka meminta pemerintah khususnya Satpol PP dan instansi terkait untuk tidak gentar dan tetap tegas menjalankan tugas penertiban dengan tetap berpegang kepada peraturan yang berlaku agar tidak terjadi konflik di lapangan.
“ Kami di DPRD sangat mendukung upaya penertiban terhadap pondok-pondok tertutup dan tersembunyi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Satpol PP bersama instansi terkait dan sudah saatnya semua pihak bersinergi untuk membersihkan kota kita dari praktik-praktik yang merusak nilai sosial dan keagamaan, ” ujar anggota DPRD Padangsidimpuan, H.Purnadi, SE, Kamis (1/5/2025)
Baca Juga : Pawai Taaruf MTQ ke-57 Tapsel 2025 Diikuti 1.900 Peserta, Disaksikan 5.000 Pasang Mata dengan Satu Semangat
Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah Satpol PP dalam menindak tegas pendirian pondok-pondok tertutup, yang berpotensi terjadinya perbuatan asusila, sehingga meresahkan masyarakat.
” Saya menilai tindakan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan dan menjaga moral masyarakat, khususnya di Kota Padangsidimpuan, ” katanya
Ketua Fraksi Golkar DPRD Padangsidimpuan ini juga menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan, serta meminta pihak eksekutif memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap tempat-tempat usaha yang berpotensi disalahgunakan.
“ Ke depan, kami akan dorong peninjauan ulang izin-izin usaha yang rawan dan disalahgunakan, serta penguatan edukasi kepada masyarakat agar lingkungan kita tetap bersih dan aman dari penyakit sosial, ” tambahnya.
Sementara tokoh agama Padangsidimpuan, H. Martua Raja Harahap, turut memberikan dukungan atas tindakan Satpol PP dalam memberantas penyakit masyarakat yang diawali dengan merazia pondok-pondok tertutup sehingga rawan terhadap perbuatan asusila di wilayah Padangsidimpuan.
Menurutnya, langkah ini sangat penting demi menjaga moral dan akhlak masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, untuk lebih peduli dan proaktif dalam menjaga lingkungan dari pengaruh negatif yang merusak moral.
“ Kami sangat mendukung tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP. Praktik prostitusi tidak hanya melanggar hukum negara, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama. Ini merupakan bentuk amar makruf nahi mungkar yang harus terus dilakukan bersama, ” tegas Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Padangsidimpuan ini.
Dukungan juga datang dari kalangan pendidik. Ketua Dewan Pendidikan Kota Padangsidimpian Dr. Nggelem Ginting menilai langkah Satpol PP sudah tepat dan harus terus dilakukan demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif khususnya bagi generasi muda dan dunia pendidikan.
“ Sebagai pendidik, kami sangat prihatin jika ada aktivitas prostitusi yang terjadi di lingkungan masyarakat. Ini bisa berdampak buruk bagi mental dan perilaku pelajar yang terlibat. Kami mendukung penuh tindakan tegas dari Satpol PP untuk memberantas penyakit masyarakat ini, agar tidak menular kepada pelajar dan menciderai dunia pandidikan, ” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan pendidikan moral dan karakter kepada siswa agar mereka mampu membedakan mana yang benar dan salah di tengah tantangan zaman.
“ Kami akan terus memperkuat pendidikan karakter dan mengajak orang tua serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita dari pengaruh buruk seperti ini, ” tambahnya.
Sementara Ketua KNPI Kota Padangsidimpuan Karim Pohan turut memberikan pernyataan atas penertiban dan penggerebekan pondok-pondok tertutup tersebut.
Ia juga mengapresiasi tindakan cepat Satpol PP dan berharap penertiban semacam ini bisa dilakukan secara rutin dan tidak setengah-setengah hati, guna memberi efek jera kepada pengelola pondok-pondok tertutup yang berpotensi terjadinya perbuatan asusila
“ Sebagai pemuda, kami mendukung penuh langkah Satpol PP dalam menertibkan tempat-tempat yang meresahkan. Pondok-pondok tertutup itu berpotensi terjadinya perbuatan asusila dan bisa merusak generasi muda, serta menciptakan citra negatif bagi lingkungan masyarakat, ” kata Karim
Lihat Juga : Wujud Kepedulian, IPHI Beri Bekal Makanan Untuk Calhaj Padangsidimpuan
Ia juga menyatakan, pemuda siap dan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas dan ketertiban sosial di Kota Padangsidimpuan, agar citra buruk tidak menodai Kota yang kota cintai ini.
“ Kami siap bekerja sama dengan aparat dan masyarakat untuk mengawasi lingkungan, serta mengadakan kegiatan positif agar pemuda tidak terjerumus ke hal-hal yang merusak masa depan, ” tambahnya. (Wan)

