Wartalive.co.id – Anggota Komisi XI Dewan Perwakikan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Gus Irawan Pasaribu mengajak warga Tapanuli Selatan (Tapsel), agar kondusifitas daerah untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setentak tahun 2024 yang jujur, adil dan damai harus dijaga.
” Agenda nasional yaitu Pilkada serentak nanti yang juga diikuti Tapsel kondusifitas daerah harus tetap dipertahankan sehingga Pilkada berlangsung jujur, adil dan damai, ” ujar Gus Irawan saat pertemuan dengan warga di Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, Jum’at (6/9/2024).
Kehadiran Gus Irawan yang dihadiri seribuan warga itu, turut dihadiri anggota DPRD Tapsel, Armen Sanusi Harahap, Heriansyah, Abdul Basith Dalimunthe, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, serta ratusan Anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur.
Selain itu, Gus Irawan Pasaribu yang juga Calon Bupati Tapsel periode 2024 – 2029 ini mengajak masyarakat untuk menghindari investasi bodong, pinjaman online (pinjol) dan terlebih judi online (judol), dengan cara 2L, yaitu, pastikan secara logika dan juga legalitasnya.
” Jika hal yang ditawarkan diluar logika, harus dihindari dan perlu juga dicari tahu legalitasnya, sebab pinjol dan judol kerab membuat warga menjadi malas dalam bekerja dan boros dalam pengelolaan keuangan, sehingga, pada akhirnya akan mengalami kemerosotan perekonomian, ” ucap Gus Irawan yang juga mantan Direktur Utama Bank Sumut tiga periode ini.
Gus Irawan menyebutkan, keikutsertaannya dalam kontestasi Pilkada Tapsel adalah atas perintah partai dan keputusan rapat keluarga besar Yayasan Haji Hasan Pinayungan bulan Mei lalu yang dipimpin abang tertua Prof.Bomer Pasaribu.
” Maksud dan tujuannya antara lain, bila terpilih nanti, memastikan terlaksananya program Presiden terpilih H. Prabowo Subianto di daerah serta menyahuti berbagai harapan masyarakat Tapsel tentang perlunya percepatan pembangunan ke depan, karena faktanya di tiga tahun belakangan ini pembangunan di Tapsel terjadi perlambatan, seperti infrastruktur jalan yang banyak rusak, ” terang Gus.
Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) Tapsel Sutan Soripada Mulia Harahap, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu dan Syahbuddin Ritonga (pimpinan Pinpes Darul Mursyid) adalah pasangan yang serasi dan saling melengkapi.
” Apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapsel nanti, kami berharap agar lembaga-lembaga adat diikutsertakan dalam memberhasilkan pembangunan seperti disaat Pak Syahrul memimpinan Tapsel, ” ungkap Sutan Soripada Mulia Harahap
Syahrul M Pasaribu, Bupati Tapsel dua periode (2010-2015 dan 2016-2021), yang diminta memberi sambutan, mengatakan dalam menghadapi Pilkada 27 November mendatang, agar kekompakan dan kebersamaan seperti yang tergambar hari ini harus tetap dijaga dan dipelihara.
“ Pilihlah pasangan calon yang diyakini mampu mengakselerasi pembangunan yang melambat tiga tahun belakangan ini dengan melihat latar belakang dan jaringan (networking) dengan pemerintah atasan, karena percepatan pembangunan tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD Tapsel saja, tetapi pemimpin daerah harus mampu menghadirkan program pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat di daerah Tapsel, ” ucap Syahrul.
Pada kesempatan itu, warga menyampaikan keluhan terkait berbagai hal, seperti lahan kebun yang menjadi sumber kehidupan, tetapi terus bersengketa dengan perusahaan bubuk bertas .
” Kami mohon bapak bisa memberi solusi pada lahan kebun kami yang sedang dalam sengketa dengan perusahaan. Setiap hari kami dilanda rasa was-was, ” ucap Yonni, warga Desa Marisi.
Sementara itu Henrima Harahap dari Pasar Pargarutan dan Sirun Halomoan menyampaikan keluhannya pada berbagai kerusakan jalan yang ada di Tapsel, utamanya jalan Batu Jomba, yang dua tahun belakangan ini sudah sangat mengganggu, termasuk jalan batas Tapsel-Sidimpuan yang sudah memerlukan pelebaran.
Menyahuti hal itu, Gus Irawan menegaskan, seorang pemimpin sejatinya tidak boleh menghindar atau lari dari masalah yang melanda warganya, misalnya pertikaian warga dengan perusahaan bubuk kertas, akan tetapi harus dicari solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian juga untuk penanganan jalan Batu Jomba harus secara serius diperjuangkan dengan pemerintah pusat.
“ Sebagai informasi bahwa tentang jalan Batu Jomba untuk penanganannya tahun depan agar dapat ditangani, saya sudah komunikasikan dengan pimpinan komisi V DPR-RI sebagai mitra kerja kementerian PUPR, ” tuturnya. (Wan)

