Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) memastikan akan memulihkan jaringan irigasi persawahan di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor pada November 2025 lalu.
Kepastian itu disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Jumat (19/6/2026)
Menurut Bupati, upaya tersebut dilakukan melalui program normalisasi sungai, rehabilitasi bendung dan perbaikan jaringan irigasi yang telah dianggarkan pada Tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat kondisi Sungai Aek Batak Kola yang mengalami perubahan alur akibat banjir sehingga menyebabkan Bendung Daerah Irigasi (D.I) Sibongbong-Napa tidak lagi berfungsi secara optimal.
Baca Juga : Dapur MBG Tapsel Disukai Siswa, Hasilkan Berkah Bagi Petani Lokal
Akibat perubahan morfologi sungai tersebut, aliran air yang selama ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian masyarakat beralih dari jalur semula.
Dampaknya, ratusan hektare sawah yang bergantung pada jaringan irigasi tersebut mengalami gangguan pasokan air.
“ Kita ingin memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani, dapat segera ditangani. Karena itu, pemerintah akan melakukan normalisasi sungai dan rehabilitasi jaringan irigasi agar fungsi pengairan kembali berjalan seperti semula, ” ujar Gus Irawan.
Diketahui, jaringan irigasi D.I Sibongbong-Napa mengairi sekitar 200 hektare areal persawahan yang tersebar di Desa Sibongbong, Desa Pintu Padang, dan Kelurahan Napa, Kecamatan Angkola Selatan.
Keberadaan jaringan irigasi tersebut menjadi penopang utama aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Tapsel telah mengalokasikan sejumlah program melalui APBD Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut meliputi pembangunan bronjong pengalih aliran Sungai Aek Batak Kola, normalisasi sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, serta rehabilitasi Bendung D.I Sibongbong-Napa.
Selain melalui APBD, pemerintah juga mendapat dukungan dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Program Optimasi Lahan (Oplah) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Dalam program tersebut, rehabilitasi Jaringan Irigasi Sibongbong-Napa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp5,9 miliar.
Tak hanya itu, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Aek Latong Siamporik juga akan dilaksanakan dengan anggaran Rp2,8 miliar.
Lihat Juga : Sepakat Tanpa Konflik, Warga Tiga Desa Bangun Saluran Air
Pemerintah pusat juga akan membangun jaringan irigasi air tanah berupa sumur bor di Desa Sibongbong, Desa Siamporik Lombang, dan Desa Siamporik Dolok dengan total anggaran sekitar Rp6 miliar.
Bupati berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Dengan pulihnya sistem irigasi, produktivitas pertanian di wilayah Angkola Selatan diharapkan kembali meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah.
“ Kita ingin sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Dengan pulihnya jaringan irigasi dan normalisasi sungai, para petani dapat kembali mengelola sawah mereka secara optimal, ” terangnya. (Wan)

