Wartalive.co.id – Sawit rakyat bisa produktif, petani bisa sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga. Inilah prinsip yang dipegang teguh oleh Imran Sanusi, konsultan perkebunan dari PT Amerta Global Trade (PT AGT) wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), dalam mendorong pengelolaan kebun sawit rakyat berkelanjutan melalui edukasi langsung berbasis SOP (Standar Operasional Prosedur).
Selama lebih dari 20 tahun, Imran konsisten mendampingi petani sawit rakyat yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya produktivitas hingga keterbatasan pemahaman teknis.
Melalui pendekatan edukatif yang aplikatif, ia hadir bukan sekadar memberi teori, melainkan menjadi mitra lapangan yang membimbing langsung para petani di kebun mereka.
Baca Juga : Paskibraka 2025 Padang Lawas Resmi Memulai Tahapan Pelatihan
” Kami ingin petani memahami, bukan hanya menanam. Edukasi ini adalah jalan keluar dari jerat ketergantungan pada metode lama yang tidak efektif, ” tegas Imran Sanusi, Rabu (30/7/2025)
Program ini juga menawarkan solusi nyata guna meningkatkan hasil panen dan mengurangi ketergantungan. Program edukasi ini menekankan praktik budidaya sawit yang efisien, hemat biaya dan ramah lingkungan.
Petani diajarkan teknik pemupukan tepat guna, pemangkasan (pruning), serta manajemen panen yang benar. Hasilnya mulai terlihat nyata, ribuan hektare kebun sawit rakyat berhasil dipulihkan produktivitasnya dan ratusan petani di Tabagsel dan Riau kini menikmati panen yang jauh lebih optimal.
Tak hanya soal hasil panen, edukasi ini juga menanamkan kesadaran hukum dan pentingnya legalitas lahan, agar petani tidak terjebak membuka lahan baru secara ilegal yang bisa berbuntut masalah hukum dan kerusakan lingkungan.
” Kuncinya bukan pada ekspansi lahan, tapi pada memaksimalkan lahan yang sudah ada dengan SOP yang tepat, ” ujarnya.
Imran menyadari banyak petani menghadapi berbagai masalah mendasar, antara lain, minimnya pengetahuan teknis budidaya, akses terbatas ke pupuk dan sarana produksi, perawatan kebun tidak optimal akibat kurangnya ilmu pengetahuan dalam berbudidaya sawit, diperparah bibit yang ditanam bukan bersertifikat, sehingga produktivitas rendah, fluktuasi harga TBS yang tidak stabil dan minimnya pendampingan lapangan yang tepat, mengakibatkan petani sawit kehilangan arah.
” Semua itu dijawab melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan berbasis data lapangan dan wilayah Tabagsel diharapkan menjadi model nasional pengembangan sawit rakyat berkelanjutan, ” tuturnya
Imran juga menjelaskan, tujuan utama dari edukasi Ini guna meningkatkan pengetahuan teknis petani, mendorong penerapan SOP kebun sawit, meningkatkan hasil panen tanpa membuka lahan baru, membantu petani memahami aspek hukum dan regulasi, meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi petani, menumbuhkan jiwa wirausaha dalam pengelolaan kebun, serta mewujudkan ekosistem sawit rakyat yang berkelanjutan.
Dari program ini dia berharap, petani menjadi lebih mandiri dan profesional, produktivitas meningkat tanpa merusak lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi semakin kuat, kesejahteraan petani dan keluarganya meningkat dan terciptanya kolaborasi erat antara petani pemerintah dan swasta.
Lihat Juga : Syah Afandin Serahkan Sertifikat Pendidik kepada Guru PAI Lulusan PPG
” Kami tidak menawarkan janji kosong. Kami hadir bersama petani, dari kebun ke kebun, dari masalah ke solusi, demi masa depan sawit rakyat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan, karena masa depan petani sawit dimulai dari pemahaman yang benar hari ini, ” terangnya.
Ia mengajak petani sawit rakyat untuk bertransformasi bersama dan bergabung dalam gerakan pendampingan sawit rakyat berkelanjutan bersama PT Amerta Global Trade wilayah Tabagsel melalui edukasi lapangan, konsultasi teknis, pelatihan SOP dan pendampingan hukum.
” Untuk informasi dan kerja sama, hubungi perwakilan PT Amerta Global Trade. Sawit rakyat maju, lingkungan terjaga, petani sejahtera, ” tutupnya. (Wan)

