Wartalive.co.id – Antrean panjang kendaraan bermotor memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Selayang pada Jumat dini hari (6/3). Pantauan di lokasi pada pukul 00.30 WIB menunjukkan deretan mobil dan sepeda motor yang meluber hingga ke badan jalan, menciptakan kepadatan lalu lintas di sekitar area tersebut meskipun waktu telah menunjukkan tengah malam.
Fenomena ini dipicu oleh merebaknya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikaitkan dengan meningkatnya tensi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dunia akibat perang tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong menuju SPBU untuk mengamankan stok bahan bakar kendaraan mereka.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda dengan isu yang beredar. Di SPBU Simpang Selayang sendiri, stok BBM terpantau dalam kondisi cukup dan memadai untuk melayani kebutuhan konsumen. Tidak terlihat adanya tanda-tanda kekosongan pasokan yang berarti, meski tekanan permintaan meningkat drastis secara mendadak.

Baca Juga : Warga Laporkan Dugaan Pembalakan Liar di Hutan Sibio-bio Kotanopan
Antrean panjang akibat rumor kelangkaan sebenarnya bukan hal baru bagi warga Kota Medan. Setiap kali muncul pemberitaan atau isu mengenai potensi kesulitan mendapatkan BBM, masyarakat cenderung melakukan panic buying secara berlebihan. Pola perilaku ini kerap berulang tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu mengenai ketersediaan stok yang sebenarnya di lapangan.
Dika, salah seorang pegawai SPBU Simpang Selayang, mengonfirmasi bahwa antusiasme warga kali ini murni didorong oleh rasa takut. “Masyarakat Kota Medan ini kalau sudah ada isu BBM langka, langsung isi tangkinya sampai penuh. Tidak peduli jam berapa saja, bahkan sampai tengah malam pun mereka tetap rela antre panjang seperti yang terjadi pukul setengah satu pagi ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukan melayani pelanggan.
Dika menegaskan bahwa secara keseluruhan stok BBM di tempatnya bekerja masih dalam jumlah yang baik. Ia mengakui sempat terjadi kekosongan singkat untuk jenis Bio Solar pada sore hari sebelumnya, namun pasokan tersebut segera teratasi dan kembali tersedia untuk masyarakat. Ia meminta warga tidak perlu khawatir secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas normal.
Lebih lanjut, Dika menyayangkan peran media sosial yang turut memperkeruh suasana. Menurutnya, banyak warga yang termakan oleh unggahan atau story Instagram orang lain yang memperlihatkan foto antrean panjang. Hal tersebut menciptakan narasi seolah-olah stok BBM di seluruh Kota Medan telah habis, padahal faktanya distribusi tetap berjalan normal. “Padahal stoknya ada, tapi mereka takut tidak kebagian. Mereka termakan oleh story orang lain, misalnya melihat foto antre lalu disimpulkan BBM habis. Itulah yang membuat mereka tetap bertahan mengantre di sini,” tutup Dika. Pihak SPBU pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi tetap terjaga dengan baik. (Febrian)

