Tuesday, October 13, 2026

Jalan Sunggal Diselimuti Debu, Warga Keluhkan Aktivitas Truk Pasir

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi ruas Jalan Sunggal kini kian memprihatinkan akibat polusi debu yang semakin tebal setiap harinya (18/4). Fenomena “hujan abu” ini diduga kuat bersumber dari aktivitas truk pengangkut pasir dan tanah yang lalu lalang di kawasan tersebut. Banyaknya material yang tercecer membuat kenyamanan warga dan pengguna jalan terganggu secara signifikan.

Penyebab utama dari debu yang menyelimuti jalanan ini adalah kelalaian dalam menjaga kebersihan armada angkutan. Truk-truk yang selesai memuat pasir dan tanah di pangkalan sekitar Sunggal langsung turun ke jalan raya tanpa melalui proses pembersihan terlebih dahulu. Akibatnya, sisa material yang masih menempel pada badan dan ban truk jatuh berceceran di sepanjang aspal.

- Advertisement -

Material tanah dan pasir yang terjatuh tersebut kemudian mengering dan terlindas oleh kendaraan lain, yang pada akhirnya berubah menjadi butiran debu halus. Saat volume kendaraan meningkat, debu-debu ini beterbangan ke udara, menutupi pandangan pengendara dan masuk ke pemukiman serta warung-warung milik warga yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga : Demo KMI di KPK, Desak Usut Dugaan Pungutan di Madina

Kehadiran lokasi pemuatan pasir ini ternyata merupakan hal baru di lingkungan tersebut. Alpian, salah seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa keberadaan pangkalan muat pasir dan tanah ini belum lama beroperasi. Menurutnya, sebelum adanya aktivitas ini pun, kondisi Jalan Sunggal memang sudah cukup berdebu, namun kini kondisinya semakin parah.

“Tempat memuat pasir dan tanah di sini baru-baru saja, sebelumnya tidak ada. Sebelum ada muat pasir di sini pun sebenarnya sudah berabu sekali Jalan Sunggal ini, tapi sekarang ditambah lagi dengan adanya truk-truk ini, jadi makin menjadi-jadi abunya,” ujar Alpian saat memberikan pendapatnya terkait kondisi lingkungan terkini.

Keluhan senada juga datang dari para pelaku usaha kecil di sepanjang jalan tersebut. Isma, salah seorang pedagang yang setiap hari terpapar polusi, merasa sangat dirugikan dengan kondisi ini. Ia menggambarkan betapa sesaknya bernapas dan sulitnya menjaga kebersihan barang dagangan di tengah situasi yang ia sebut seperti “hujan abu” setiap harinya.

Isma berharap ada tindakan nyata dari pengelola pangkalan pasir maupun sopir truk untuk meminimalisir dampak lingkungan. “Maunya sebelum truk turun ke jalan, disemprot dulu lah badan dan bannya, agar abu-abunya itu tidak turun ke jalan. Setiap hari Jalan Sunggal ini sudah seperti hujan abu, kami yang jualan di pinggir jalan ini sangat merasa dampaknya,” tegas Isma.

Lihat Juga : Pasar Baru Panyabungan Sepi di Akhir Pekan, Banyak Pedagang Tutup

Masyarakat Sunggal kini menaruh harapan besar agar pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional truk pengangkut tersebut. Warga meminta agar setiap armada wajib disemprot air hingga bersih sebelum meninggalkan lokasi pemuatan, guna memastikan tidak ada tanah yang terbawa ke badan jalan demi kenyamanan dan kesehatan bersama.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya