Monday, October 12, 2026

KADIN dan Pemko Dorong UMKM Padangsidimpuan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Padangsidimpuan mulai menembus pasar ritel modern. Sebanyak 13 produk dari 11 pelaku UMKM binaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Padangsidimpuan berhasil lolos kurasi dan dipasarkan di jaringan Alfamidi.

Pencapaian tersebut menjadi langkah baru bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar dan terungkap pada launching UMKM binaan KADIN Kota Padangsidimpuan di Aula Kantor Wali Kota, Jumat (19/9/2026)

- Advertisement -

Hadir di kegiatan launching tersebut Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Harnovil Harun, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Ihram Kurnia Agustan, Ketua KADIN Kota Padangsidimpuan Julpan Tambunan serta para pelaku UMKM Padangsidimpuan.

Launching produk UMKM binaan KADIN tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.

Baca Juga: Kemnaker Bekali 416 Tenaga Kerja Maluku Utara dengan Kompetensi

Selama ini, sebagian produk UMKM Padangsidimpuan telah dipasarkan melalui sejumlah swalayan lokal, namun akses menuju jaringan ritel modern berskala lebih luas masih menjadi tantangan.

Ketua KADIN Kota Padangsidimpuan Julpan Tambunan mengatakan, masuknya 13 produk UMKM binaan ke jaringan Alfamidi merupakan langkah awal untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

“ Kita ingin UMKM Padangsidimpuan tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu masuk ke jaringan ritel modern dan secara bertahap menembus pasar yang lebih luas, ” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan kurasi produk yang dilakukan bersama para pelaku UMKM.

KADIN akan terus mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar ritel modern.

“ Pembinaan tidak berhenti setelah produk masuk ritel. Kita akan terus mendampingi pelaku UMKM, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, pemasaran maupun manajemen usaha, ” katanya.

Ia menambahkan, KADIN juga akan membuka peluang kerja sama dengan jaringan ritel lainnya sehingga semakin banyak produk UMKM Padangsidimpuan yang memiliki akses pasar.

Ia menambahkan, dari produk yang diajukan untuk masuk ke jaringan ritel modern, sebanyak 13 produk dari 11 UMKM berhasil lolos proses kurasi dan kini dipasarkan di sembilan gerai Alfamidi di Kota Padangsidimpuan.

“ Target kita ke depan bukan hanya Alfamidi. Kita ingin membuka peluang agar produk-produk UMKM kita bisa masuk ke ritel lainnya, termasuk jaringan yang memiliki pasar lebih luas. Karena semakin luas pasar, semakin besar pula peluang UMKM untuk berkembang, ” ungkapnya.

Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Harnovil Harun, menyampaikan, keberhasilan UMKM masuk ritel modern harus diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, terutama dalam hal pemasaran dan manajemen.

“ Pelaku UMKM mungkin sudah bagus dalam menghasilkan produk, tetapi pemasarannya masih perlu diperkuat. Karena itu, ke depan kita akan mendorong lebih banyak pelatihan tentang bagaimana mereka memasarkan produknya di pasar maupun ritel modern, ” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah juga mendorong adanya fasilitas berupa gerai atau etalase UMKM di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.

“ Pak Wali Kota sudah mengarahkan OPD terkait, seperti Disperindag, untuk memikirkan dan menyiapkan gerai bagi pelaku UMKM. Saat ini masih dalam proses, ” katanya.

Selain pemasaran, pemerintah juga mendorong penguatan akses permodalan serta peningkatan kemampuan manajemen usaha. Hal itu dinilai penting agar pelaku UMKM mampu menjaga keberlangsungan usaha setelah produknya masuk ke pasar ritel modern.

“ Kita berharap semakin banyak entrepreneur atau wirausahawan baru. Mereka yang hari ini berhasil masuk ritel modern bisa menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya, ” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM yang produknya ikut dipasarkan melalui ritel modern adalah Titik Murniati, pemilik usaha bandrek instan. Titik mengatakan, produk bandrek instannya telah dipasarkan di sejumlah swalayan lokal, di antaranya Aman Swalayan, Rahmasariah, Chabulang dan Bolu Salak Kenanga.

Lihat Juga: Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel

Produk tersebut juga pernah dikirim ke luar daerah melalui kerja sama dengan PLN Mobile. Bahkan, pemasarannya pernah menjangkau Papua.

“ Waktu itu kerja sama dengan PLN Mobile. Melalui marketplace-nya, produk saya pernah dikirim sampai Papua, ” ungkapnya.

Namun, saat ini ia masih menghadapi kendala terkait rumah produksi. Setelah berpindah lokasi, rumah produksi harus kembali dibangun agar kegiatan produksi dapat berjalan sesuai persyaratan.

“ Bandrek saya sebenarnya sudah memiliki izin BPOM. Tetapi karena pindah lokasi produksi, saya harus membangun kembali rumah produksi, ” jelasnya

Selain dukungan terhadap produksi, Titik berharap pemerintah dan KADIN dapat membantu memperluas pemasaran dengan menyediakan gerai atau etalase khusus produk UMKM di lingkungan OPD.

“ Pemasaran lokal agak kurang. Kami berharap di OPD-OPD ada gerai atau etalase kecil untuk produk-produk UMKM sehingga bisa dipajang dan dikenal masyarakat, ” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini dukungan KADIN yang diterimanya lebih banyak dalam bentuk pembinaan. Sementara dari pemerintah, salah satu dukungan yang dirasakan adalah fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

” Kami berharap segera ada hasilnya dan semakin banyak produk dari Kota Padangsidimpuan yang bisa menembus pasar nasional ,” katanya.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya