Saturday, October 10, 2026

Ketua Dekranasda Sumut Dukung Kab/Kota Berkiprah Pada Event Nasional dan Internasional

Baca Juga

Wartalive.co.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, memberikan kesempatan kepada kabupaten dan kota di Sumut untuk berpartisipasi dalam acara-acara berskala nasional dan internasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kahiyang Ayu saat menerima kunjungan kerja Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, pada Senin, 19 Mei 2025.

Kahiyang menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada setiap kabupaten dan kota, termasuk Tapanuli Utara, untuk mengikuti berbagai event yang diselenggarakan di tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Dekranasda Sumut kepada setiap daerah. Salah satu event yang akan datang adalah Indonesian Fashion Weekend (IFW) 2025, yang direncanakan akan berlangsung pada akhir Mei di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

- Advertisement -

“Ini pertama kali saya menerima audiensi dari kabupaten. Sebelumnya, saya sudah mengajak 33 kabupaten/kota, untuk menginformasikan potensi apa saja yang menjadi unggulan di masing-masing daerah. Termasuk potensi tenun kain dan wastra,” katanya.

Baca Juga : Ini Calhaj Tertua dan Termuda Asal Tapsel, Termuda Gantikan Porsi Ayahnya, Tertua Terus Jaga Stamina

Kahiyang menyebutkan, dirinya sudah meminta kepada 33 kabupaten/kota di Sumut, bila berminat terlibat dalam event IFW 2025. “Sudah ada empat desainer yang akan mengkolaborasikan tiga jenis kain dari Sumut, yakni dari Taput, Karo, dan Tapsel,” katanya.

Disampaikan juga, Provinsi Sumatera Utara, yang terdiri dari 33 kabupaten/kota dan delapan etnis, memiliki beragam potensi yang melampaui sekadar tenun kain dan wastra. Salah satu contohnya adalah produk kerajinan tangan, seperti tas.

Beberapa waktu yang lalu, dalam kunjungannya ke Kepulauan Nias, Kahiyang Ayu berkesempatan untuk mengunjungi beberapa perajin, termasuk perajin tas yang terbuat dari kayu. Ia mengungkapkan bahwa hasil kerajinan tersebut tampak unik dan memiliki kualitas tinggi meskipun merupakan produk lokal.

“Proses pembuatannya katanya butuh waktu dua bulan,” ujarnya, sembari menunjukkan tas tersebut di hadapan pengurus Dekranasda Taput dan Sumut.

Dalam upaya mendukung produk kerajinan di berbagai daerah, Dekranasda Sumut berkomitmen untuk memberikan bantuan dalam promosi. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui galeri yang dikelola oleh Dekranasda Provinsi, serta dengan berpartisipasi dalam berbagai acara pameran baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam rangka kunjungan kerja tersebut, Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina JTP Hutabarat, mengemukakan sejumlah keunggulan yang dimiliki oleh kabupaten yang dikenal dengan lanskap perbukitan hijau dan panorama Danau Toba.

Kabupaten Taput, menurutnya, memiliki potensi yang signifikan dalam sektor pengolahan pangan dan industri kreatif. Sumber daya alam seperti kopi, andaliman, jagung, nanas, dan umbi-umbian dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti kopi kemasan, sambal andaliman, serta camilan tradisional yang telah dimodernisasi.

Dalam aspek kreatif, terdapat pula ulos yang tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisional, melainkan juga sebagai sumber inspirasi dalam desain modern, kerajinan tangan, dan konten budaya digital. Seni musik, kerajinan kayu, serta narasi-narasi Batak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk wisata edukatif dan media kreatif yang dapat dikenal secara global.

Lihat Juga : Kampung Perikanan Simatoras Bagusi Sulap Rawa Jadi Kolam Budidaya

“Kolaborasi antara pelaku lokal dan generasi muda membuka peluang besar untuk menjadikan Taput sebagai pusat budaya, kuliner, dan industri kreatif berbasis kearifan lokal,” ucapnya. 

Dalam aspek kreatif, terdapat pula ulos yang tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisional, melainkan juga sebagai sumber inspirasi dalam desain modern, kerajinan tangan, dan konten budaya digital. Seni musik, kerajinan kayu, serta narasi-narasi Batak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk wisata edukatif dan media kreatif yang dapat dikenal secara global.(Islino)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya