Monday, October 12, 2026

Ketua PKB Tapsel Apresiasi Pengelolaan Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan

Baca Juga

 

TAPANULI SELATAN, wartalive.co.id – Ipong Dalimunthe,SE anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan terkesima sekaligus tertarik belajar ngaji tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren (ponpes) Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan di Kampung Gunung Tua, Desa Pargarutan Jae, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dikunjunginya bersama sejumlah fungsionaris Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Tapsel, Rabu 5 Oktober 2022 lalu. Keinginan untuk menambah ilmu agama tersebut disampaikannya setelah lebih dekat mengenal ponpes yang dikenalnya lewat media sosial dan komunikas lewat selular bersama pengelolanya.

- Advertisement -

“Saya sudah keliling di ponpes tersebut, ada hal yang membuat saya tertarik dengan ponpes ini. Yaitu cara pengelolaannya yang jauh dari kata bisnis, ponpes seperti ini patut di apresiasi,, saya juga mau belajar ngaji tahfidz Qur’an di Ponpes ini,”katanya, Selasa (11/10/2022).

Melihat kondisi sarana dan prasarana Ponpes mulai dari pemondokan santri, pondok tahfidz, jumlah santri yang cukup banyak dan berasal dari berbagai daerah, ruang belajar, ruang guru dan sarana lainnya patut diapresiasi, walau kondisi masih banyak kekurangan di sana-sini.

“ Insya Allah, saya selaku anggota DPRD Tapsel akan berupaya memperjuangkan Ponpes modern ini untuk lebih maju dan tentunya harus melalui jalur Fraksi di DPRD Tapsel. Bahkan melalui wakil rakyat dari PKB di DPR RI juga akan saya perjuangkan. Jangan sampai Ponpes ini tidak diperhatikan, mengingat santrinya cukup banyak, “ katanya.

Ia juga meminta doa kepada para Ustadz dan para santri agar hajat dan niatnya dikabulkan oleh Allah SWT. “ Saya meminta doanya kepada para Ustadz dan pada santri, agar hajatnya untuk meningkatkan Ponpes ini bisa terkabulkan,”katanya.

Ipong Dalimunthe dengan sejumlah pengurus Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten diantaranya Wakil Ketua Tanfidz NU Tapsel Ustadz Maralaut Siregar, Ketua Persatuan Tarbiah Islamiyah (Perti) Tapsel Ustadz Macyuddin Harahap, Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren (BSPP) Tapsel Ustadz H. Muhammad Ali Siregar, Khatib NU Ustadz Makhsan H Dalimunthe dan sejumlah kader PKB Tapsel lainnya pada pertemuan bersama yayasan sebelumnya sudah membahas bagaimana NU punya peranan penting dalam membantu perkembangan ponpes, mengingat peranan tidak hanya mencerdaskan anak bangsa tapi juga pesantren mencetak manusia yang berakhlak. “Yah kita bersama fungsionaris NU terus bersilaturahmi dengan pengurus ponpes, membahas bagaimana memajukan pondok pesantren di Tapsel ini,”kata Ipong.


Secara terpisah Pimpinan Pondok Pesantren Hendri Harahap menceritakan sejarah berdirinya Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan pada tahun 2014 oleh putra daerah Angkola Timur Hendra Mulia Hasibuan, SE.

Dijelaskannya, saat ini Ponpes Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan memiliki 450 orang santriawan / santriwati yang berasal dari berbagai daerah seperti dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Propinsi Riau, Jambi, Aceh, Labuhan batu, Medan dan dari berbagai daerah lain, dengan tingkat pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah.

Fasilitas Ponpes saat ini telah memiliki 12 ruang belajar lokal 12 untuk Tsanawiyah dan Aliyah, ruang guru 3 lokal, ruang Kepala Sekolah 1 lokal, asrama satri 3 unit model barak yang berisi 120 orang setiap barak, lapangan olah raga dan kantin pondok.Jumlah pengajar dan staf pondok sebanyak 32 orang.

Dijelaskan, dari 450 santri, untuk tingkat Tsanawiyah berjumlah 350 santri, sedangkan tingkat Aliyah sebanyak 100 santri.

Soal biaya sekolah diakui masih mengandalkan subsidi dari yayasan dan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukkan bagi tingkat Tsanawiyah dan pihaknya hanya membebankan biaya sebesar Rp.300 ribu per bulan per santri untuk biaya sekolah, pemondokan dan makan 3 kali sehari.

Hendri Harahap mengatakan, pendidikan adalah hak semua orang, selagi masih ada kema­uan, kekurangan bukanlah penghalang un­tuk menjadi orang yang ingin sukses dan ber­­­pendidikan.

Sebagai makhluk yang me­miliki akal dan pikiran, katanya, mustahil tidak me­miliki cita cita, meski terkadang hal itu se­ring tertunda. Hal inilah salah satu yang men­­dorong yayasan untuk mendirikan pon­dok pesantren ini.

“Ponpes ini mengedepankan sis­tim pendidikan dengan pola me­ngasuh santri dan santriwati berdasarkan alquran dan hadist dalam mengambil tindakan yang tepat pada sasarannya, “katanya.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan yayasan Candra Hasibuan bahwa yayasan Mangaraja Panusunan Achir Hasibuan dari awal berdiri bermula dari niat tulus untuk membantu warga masyarakat yang berkeinginan sekolah namun terkendala dalam biaya.

“Begitu dibuka pen­daf­ta­ran, hanya beberapa hari jumlah murid yang di­­targetkan yaitu 90 orang untuk 3 kelas su­dah tercapai. Bahkan masih banyak lagi yang ingin mendaftar, tetapi daya tampung ter­batas, maka terpaksa ditolak. Ini mengingat di Ponpes semuanya gratis, baik asrama, pakaian dan kebutuhan ma­­kanan setiap hari,” ujarnya.(Ikhwan Nasution).

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya