Wartalive.co.id – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menyiapkan tenda Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Batangtoru, Kamis (8/1/2025).
Huntara yang dipusatkan di sekitar Posko Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, disiapkan untuk menampung 144 warga terdampak bencana. Hunian sementara tersebut berupa tenda-tenda yang dilengkapi fasilitas pendukung guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Penyiapan Huntara ini ditinjau langsung oleh Senior Manager Community PTAR Christine Pepah bersama Komandan Satuan Tugas (Satgas) Zeni Marinir Kapten (Mar) Zainal, didampingi Komandan Operasi TNI AL Lettu (Mar) Susdeniyanto, Pasi Ops Batalyon Brimob Polda Sumut AKP Martoga, Kapolsek Batangtoru AKP PM Siboro, serta sejumlah staf PTAR.
Christine Pepah mengatakan, penyiapan Huntara merupakan bentuk kepedulian dan sinergi lintas sektor dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam. Menurutnya, kolaborasi tersebut juga melibatkan dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“ Sejumlah tahapan penanganan darurat telah dilakukan bersama seluruh pihak. Saat ini kami memasuki tahap pemulihan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak, ” ujar Christine.
Ia menjelaskan, Pemkab Tapsel telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,4 hektare. Selanjutnya, PTAR melakukan pembersihan lokasi, penataan dan pematangan lahan, desain tenda, serta penyiapan fasilitas pendukung lainnya.
Pada tahap awal, sebanyak 144 tenda Huntara berukuran 4×6 meter dan 6×6 meter dipasang di lokasi. Seluruh tenda tersebut merupakan bantuan dari Kementerian ESDM dan didirikan oleh prajurit TNI AL dengan dukungan personel Brimob. Setiap tenda dapat menampung sekitar enam hingga delapan orang.
“ Sesuai kesepakatan dengan pemerintah daerah, tahap awal kita siapkan 144 tenda. Ke depan dimungkinkan ada penambahan tenda di sekitar lokasi ini. Untuk pengaturan penghuni sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah, sementara kami fokus pada penyiapan fasilitasnya, ” kata Christine.
Selain tenda, Kementerian ESDM juga memberikan bantuan berupa 300 unit matras angin. Sementara itu, Pemkab Tapsel menyiapkan fasilitas toilet, air bersih, jalur umum, serta jaringan listrik yang didukung oleh PLN.
“ Kami berharap tenda Huntara ini dapat menjadi solusi sementara yang layak dan aman bagi masyarakat, sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang permanen dari pemerintah, ” ujarnya.
Christine juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut. “ Kami berharap masyarakat terdampak dapat segera pulih dan perlahan membangun kembali kehidupan mereka. Sinergi seperti ini semoga terus terjalin ke depan, ” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Satgas Zeni Marinir Kapten (Mar) Zainal menyampaikan bahwa TNI AL menerjunkan sebanyak 35 prajurit untuk mendukung penyiapan tenda Huntara untuk warga terdampak bencana.Selain mendirikan tenda, TNI AL juga akan membangun sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga.
“ Prajurit bekerja mulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB agar pemasangan tenda dapat segera diselesaikan sesuai target sebelum kami bergeser ke lokasi lain, ” ujar Kapten Zainal.
Pasi Ops Batalyon Brimob Polda Sumut AKP Martoga menambahkan, pihaknya turut mengerahkan 30 personel untuk membantu TNI AL dalam pendirian tenda Huntara.
“ Kami bersama TNI, PTAR dan Pemkab Tapsel terus berkolaborasi sebagai bagian dari tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana, ” tegas AKP Martoga.
Salah seorang warga yang mengungsi akibat terdampak bencana menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, TNI dan PTAR yang sudah membantu warga di masa sulit ini.
Menurutnya, sejak bencana terjadiwarga banyak yang mengungsi akibat rumah dan tempat tinggal habis di terjang banjir.” Tenda Huntara ini sangat membantu kebutuhan tempat tinggal sementara sambil menunggu rumah kami dibangun kembali dan berharap kondisi segera pulih dan bisa kembali menjalani kehidupan normal, ” ucap warga terdampak bencana.(Wan)

