Wartalive.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah tetap berjalan meski memasuki masa libur akhir semester ganjil. Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tetap beroperasi guna menjamin pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat, (19/12/2025)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa layanan pemenuhan gizi tidak dihentikan selama libur sekolah. Namun, mekanisme penyaluran kepada siswa diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai kesepakatan.
Sekolah diberikan pilihan dua skema distribusi MBG selama libur semester. Skema pertama yakni penyaluran dalam bentuk paket, di mana jatah makan untuk enam hari dibagikan dua kali dalam sepekan. Paket tersebut berisi kombinasi makanan siap santap serta produk kemasan seperti roti, telur, susu, dan buah.
Baca Juga : Orang Tua dan Wisudawan Ungkap Rasa Bangga di Wisuda IPTS ke-53
Sementara skema kedua, siswa tetap memperoleh makanan siap santap setiap hari, dengan ketentuan siswa datang langsung ke sekolah untuk mengambil paket MBG. “Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini tidak mengenal libur. Jika siswa tidak datang ke sekolah, dapur MBG tetap beroperasi untuk melayani penerima manfaat lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Nanik.
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang kegiatan siswa selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, libur semester ganjil akan berlangsung selama dua pekan hingga 4 Januari 2026. Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan, apabila sebagian besar siswa memilih tidak hadir ke sekolah selama masa libur, maka paket MBG akan dibagikan sebelum libur dimulai sebagai langkah antisipasi agar manfaat tetap diterima siswa.
Dari sisi anggaran, hingga 15 Desember 2025, realisasi belanja program MBG telah mencapai sekitar Rp52,9 triliun yang bersumber dari APBN 2025. Total pagu anggaran MBG tahun ini sebesar Rp71 triliun, atau telah terserap sekitar 74,6 persen. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa realisasi tersebut mencerminkan percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.
Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 50,7 juta penerima manfaat dari total target 82,9 juta orang. Penerima tersebut meliputi siswa, anak-anak, serta ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia. “Capaian ini sangat signifikan karena berdampak langsung pada peningkatan gizi masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Lihat Juga : Gubernur Sumatera Utara Umumkan Kenaikan UMP 7,9 Persen
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, program MBG juga mendorong pergerakan ekonomi daerah. Hingga kini, sebanyak 17.555 SPPG aktif beroperasi dan menyerap sekitar 741.985 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat bahwa hingga 8 September 2025, realisasi anggaran MBG mencapai Rp13 triliun atau sekitar 18,3 persen dari pagu APBN. Pada periode tersebut, program ini telah melayani 22,7 juta penerima melalui 7.644 SPPG, dengan sebaran penerima terbanyak berada di Pulau Jawa.(Sry)
Sumber : Kompas.com

