Monday, October 12, 2026

Parkir di Bahu Jalan Setiabudi Medan Picu Kemacetan Panjang Setiap Hari

Baca Juga

Wartalive.co.id — Kondisi arus lalu lintas di kawasan Jalan Setiabudi, Medan, semakin memprihatinkan akibat maraknya kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di bahu jalan. Titik kemacetan paling parah terpantau berada di jalur sebelum Mawar Bakery jika datang dari arah Sekolah Muhammadiyah (13/5). Keberadaan deretan mobil ini memakan hampir separuh badan jalan, sehingga ruang gerak kendaraan lain menjadi sangat terbatas.

Penyempitan jalan ini memicu antrean panjang, terutama pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat kerja maupun menuju instansi pendidikan. Banyaknya kendaraan yang berhenti tidak pada tempatnya membuat akses jalan yang seharusnya bisa dilalui dua lajur kini hanya menyisakan satu lajur sempit. Akibatnya, gesekan antar pengendara seringkali tak terhindarkan di area tersebut.

- Advertisement -

Fenomena ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di jalur ini. Indra, salah seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi yang seolah menjadi pemandangan wajib setiap pagi tersebut. Ia merasa waktu tempuhnya menuju kampus menjadi terhambat secara signifikan.

“Setiap pergi ke kampus, pasti ada saja mobil yang parkir di Setiabudi ini, menghalangi kendaraan. Kalau motor sebenarnya bisa dari kiri, tapi ditutup sama parkir mobil itu,” ujar Indra.

Baca Juga : Drama Penalti Antar OCM FC Raih Gelar Binatama Cup II

Senada dengan Indra, Karunia yang merupakan salah seorang karyawan di sekitar Jalan Setiabudi, mengonfirmasi bahwa praktik parkir liar ini memang terjadi sepanjang hari. Menurut pengamatannya, keterbatasan lahan parkir yang disediakan oleh pemilik ruko atau tempat usaha di kawasan tersebut menjadi akar permasalahan utama.

“Banyak mobil-mobil yang parkir di sini. Sepanjang Jalan Setiabudi ini banyak mobil parkir di pinggir jalan begitu. Karena kebanyakan toko-toko di sini sudah tidak ada lagi lahan parkirnya. Jadi mobil lah terutamanya parkir di pinggir jalan, kalau motor masih bisa nyempil di trotoar,” tutur Karunia.

Lebih lanjut, Karunia menambahkan bahwa kepadatan parkir ini tidak mengenal waktu karena tingginya aktivitas ekonomi di kawasan Setiabudi yang silih berganti dari fajar hingga tengah malam. Hal ini membuat badan jalan tidak pernah benar-benar bersih dari hambatan kendaraan yang terparkir statis.

Baca Juga : Danrem 023/KS Launching Dapur MBG di Padangsidimpuan, Eksekutif dan Legislatif Sambut Positif

“Dari pagi sampai malam pasti ada mobil yang parkir. Karena pagi ada jual sarapan, siang jual nasi, malam street food. Jadi dari pagi sampai malam pasti ada parkiran mobil,” pungkas Karunia. Masyarakat berharap pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan kendaraan-kendaraan yang merampas hak pengguna jalan demi kenyamanan bersama.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya