Sunday, October 11, 2026

Pasca Bencana, Arsip ASN Tapsel Dipulihkan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) mendukung percepatan pemulihan arsip Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan hak-hak kepegawaian ASN tetap terlindungi, meskipun dokumen fisik mengalami kerusakan atau hilang akibat bencana.

- Advertisement -

Dukungan itu disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga saat menghadiri Pembinaan dan Pendampingan Arsip ASN Pasca bencana di Wilayah Sumatera, bertempat di aula Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Pengurus Sumut Sambut Kedatangan Ketum SMSI Firdaus di Bandara Kualanamu

Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Direktorat Arsip Kepegawaian ASN tersebut sekaligus menjadi forum penyampaian informasi terkait pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi arsip ASN yang terdampak bencana.

Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga mengatakan, bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga dapat mengakibatkan hilangnya berbagai dokumen penting, termasuk arsip kepegawaian ASN.

“ Dokumen seperti surat keputusan pengangkatan dan dokumen kepegawaian lainnya merupakan bagian penting dari administrasi ASN. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan solusi, ” tegasnya.

Menurut Jafar, dokumen kepegawaian memiliki peran penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak ASN. Karena itu, ASN yang terdampak bencana harus mendapatkan pendampingan serta kemudahan dalam proses penelusuran dan pemulihan dokumen.

Ia meminta perangkat daerah yang menangani urusan kepegawaian melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap arsip ASN yang hilang, rusak maupun yang masih dapat diselamatkan.

“ Perlu dipastikan dokumen mana yang hilang, mana yang rusak dan mana yang masih dapat diselamatkan. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan penelusuran melalui database kepegawaian yang masih tersedia, ” ujarnya.

Selain pemulihan arsip fisik, Jafar menilai digitalisasi dokumen kepegawaian harus semakin diperkuat.

Menurutnya, penyimpanan arsip secara digital menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kehilangan dokumen ketika terjadi bencana.

“ Jangan sampai dokumen penting hanya disimpan dalam bentuk fisik. Ketika terjadi bencana, kita akan kesulitan melakukan pemulihan. Karena itu, digitalisasi arsip kepegawaian harus terus diperkuat, ” katanya.

Ia juga meminta pelayanan terhadap ASN terdampak bencana dilakukan secara cepat dan tidak berbelit-belit.

“ ASN yang sedang menghadapi musibah membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan tambahan masalah. Pelayanan harus cepat, mudah, transparan dan manusiawi, ” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PSID (Pengelolaan Sistem Informasi dan Digitalisasi) BKN Wahyu Firdaus menyampaikan, penguatan sistem informasi dan digitalisasi arsip merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan data kepegawaian ASN.

Menurutnya, ketersediaan data digital akan mempermudah akses terhadap dokumen dan informasi ASN untuk berbagai kebutuhan administrasi kepegawaian.

BKN, kata Wahyu, terus mendorong pemanfaatan sistem digital dan otomasi layanan sehingga proses administrasi kepegawaian ke depan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dokumen fisik.

“ Setiap dokumen kita sekarang harus tersimpan dalam sistem. Ke depan kita membutuhkan otomasi agar pelayanan menjadi lebih cepat dan tidak lagi disibukkan dengan pencarian dokumen fisik, ” jelasnya.

Lihat Juga: Kementerian UMKM Mapping UMKM Nias Barat: KUR Tembus Rp12,7 Miliar

Digitalisasi juga diharapkan dapat mempermudah pelayanan ASN dalam berbagai kebutuhan administrasi, seperti kenaikan pangkat, pensiun maupun keperluan kepegawaian lainnya.

Wahyu menekankan pentingnya pembaruan dan akurasi data ASN. Dengan sistem digital yang terintegrasi, data kepegawaian dapat menjadi sumber informasi sekaligus bukti administrasi dalam mendukung pelayanan kepada ASN.

Dalam kegiatan tersebut, BKN turut memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah daerah dan ASN terkait penanganan arsip yang hilang maupun rusak akibat bencana.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan, Kepala BKD Kabupaten Tapanuli Selatan, pejabat dan ASN BKD Pemkab Tapsel serta Pemko Padangsidimpuan, dan peserta lainnya.

Pemkab Tapsel berharap pemulihan arsip ASN terdampak bencana dapat berjalan cepat dan tepat.

Momentum tersebut sekaligus diharapkan memperkuat tata kelola administrasi kepegawaian melalui transformasi digital.

“ Semoga musibah ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk memperkuat solidaritas, tata kelola pemerintahan dan mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan arsip kepegawaian, ” pungkas Jafar.(Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya