Saturday, October 10, 2026

Pasca Ijeck, Golkar Sumut Bergejolak: Hendri vs Andar Menuju Kursi Ketua

Baca Juga

Wartalive.co.id – Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI.

Pasca berakhirnya Musa Rajekshah (Ijeck) dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumut, arah konsolidasi dan figur calon ketua baru menjadi perbincangan serius di kalangan kader maupun pengamat politik.

- Advertisement -

Pengamat politik yang juga mantan Sekretaris DPD KNPI Sumut, Dr. Suheri Harahap, M.Si, menilai langkah Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut yang juga pengurus DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menunjukkan semangat merajut kembali soliditas kader yang sempat terpecah.

Baca Juga : Farianda Ajak Anggota PWI Sumut Ramaikan Domino Piala Kapolrestabes

“ Pernyataan Plt Ketua Golkar Sumut tentang keinginan merangkul yang “terbuang”, membangun harmonisasi, serta memberi ruang demokrasi menjelang Musda XI menjadi sinyal penting arah baru Golkar Sumut, ” ujar Suheri, Minggu (18/1/2026)

Menurutnya, pencopotan Ijeck justru membuka peluang lahirnya konsolidasi baru di tubuh Golkar Sumut. Namun, arah konsolidasi tersebut sangat bergantung pada figur yang akan dipilih sebagai ketua definitif, apakah mampu merekatkan semua kekuatan sekaligus menjawab target besar Golkar menghadapi Pemilu 2029.

Saat ini, dua nama yang mencuat sebagai calon kuat Ketua DPD Golkar Sumut adalah Hendri Yanto Sitorus dan Andar Amin Harahap. Keduanya dinilai memiliki basis kekuatan dan karakter politik yang berbeda, namun sama-sama memiliki peluang besar untuk memimpin Golkar Sumut ke depan.

“ Tradisi Musda Golkar sering kali berakhir dengan kompromi politik dan aklamasi. Pertanyaannya, apakah kali ini akan kembali terjadi calon tunggal, atau justru pertarungan dua poros ini berlanjut hingga Musda ? ” kata Suheri.

Ia menjegaskan, jika mengacu pada dinamika dukungan elite internal partai, kecenderungan mengarah kepada Andar Amin Harahap. Namun, bila menggunakan pendekatan politik jalan tengah Golkar, yakni figur yang mampu menjaga hubungan harmonis dengan DPP dan pemerintah, maka nama Hendri Yanto Sitorus dinilai lebih representatif.

Kedua tokoh tersebut juga merepresentasikan regenerasi baru Golkar dari dua wilayah strategis Sumatera Utara, yakni Labuhanbatu Utara (Labuhanbatu Raya) dan Padang Lawas Utara (Tabagsel), di bawah pengaruh tokoh senior H. Buyung Sitorus dan Drs. H. Bachrum Harahap.

Lihat Juga : Akses Terputus Akibat Banjir, TNI Dirikan Jembatan Darurat

“ Ini bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi benturan dua karakter politik yang sama-sama dibutuhkan Golkar Sumut. Pemilik suara seharusnya objektif dalam menentukan nakhoda baru yang mampu diterima semua pihak dan membangun soliditas pasca Ijeck, ” tegas Suheri.

Menjelang Musda XI, arah kepemimpinan Golkar Sumut pun masih menjadi teka-teki. Namun satu hal yang pasti, politik jalan tengah dan restu DPP menjadi faktor krusial dalam menentukan masa depan Golkar di Sumut. (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya