Wartalive.co.id – Usai perayaan lebaran Idul Fitri 1446 H, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padangsidimpuan langsung bergerak cepat menertibkan lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan badan jalan di Jalan Thamrin, Jalan Patrice Lumumba dan Jalan Jenderal Mongonsidi Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Rabu (9/4/2025).
Satpol PP tidak hanya menertibkan PKL saja. Kenderaan roda 4 yang berasal dari luar kota dan parkir serta buka lapak untuk berjualan buah dan sayuran juga turut ditertibkan dan diusir untuk keluar dari area trotoar dan badan jalan dan disarankan mencari lokasi yang layak untuk berjualan.
Demikian juga posisi parkir kenderaan roda 2 yang berlapis-lapis dan memakan badan jalan sehingga menganggu arus lalu lintas, juga tidak luput dari penertiban dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padangsidimpuan yang dilakukan Satpol PP.
Baca Juga : Pemkab Langkat Cepat Tanggapi Kebakaran di Selesai
Pantauan di lokasi penertiban, sedikitnya 100 personil Satpol PP diterjunkan untuk menertibkan PKL dan perparkiran yang selama bulan puasa hingga usai lebaran luput dari pengawasan instansi terkait.
Ironisnya, dalam penertiban yang dikemukakan, Dinas Perhubungan serta. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Padangsidimpuan selaku pelaksana Perda yang seharusnya sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan Perda sama sekali tidak terlihat dalam kegiatan tersebut.
Sementara, personil Satpol PP selalu instansi penegak Perda harus berjibaku dan terkadang harus adu argumentasi dengan para PKL dan petugas parkir untuk memberikan solusi guna menghindari dampak kemacetan, memberikan solusi kebersihan dan kesehatan.
Selain itu, juga berdampak terhadap kerusakan insfrastruktur jalan akibat buangan air garam ke jalan oleh pedagang ikan basah, serta penyumbatan drainase akibat buangan sampah pedagang, sehingga terjadi penyumbatan drainase yang berakibat banjir bila hujan turun.
Ratusan lapak yang terbuat dari kayu dan papan serta tenda dan payung jualan dirubuhkan dan dinaikkan ke truk Satpol PP yang telah stand by untuk selanjutnya di bawa ke gudang Satpol PP Kota Padangsidimpuan.
Sejumlah pedagang yang kedapatan membandel juga diberikan teguran tegas dan barang dagangannya diamankan untuk sementara
Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Padangsidimpuan Zulkifli Lubis yang memimpin penertiban PKL dan parkir mengatakan, operasi penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum yang sebelumnya dipadati oleh pedagang musiman selama bulan Ramadan hingga lebaran.
” Penertiban ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat pasca lebaran dan pihaknya telah memberikan peringatan sebelum hari raya agar para pedagang segera membongkar lapaknya setelah lebaran, ” ujar Zulkifli Lubis
Ia menyebutkan, selain menertibkan lapak, petugas juga menertibkan parkir kenderaan yang berlapis-lapis dan memakan badan jalan agar kenderaan bisa lebih leluasa melintas di tiga lokasi jalan tersebut.
” Kami mengimbau kepada seluruh pedagang untuk menaati aturan yang berlaku dan menempati lokasi berdagang yang telah disediakan demi ketertiban bersama, ” terangnya.
Kasatpol PP juga menegaskan, penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keindahan kota pasca perayaan lebaran,untuk menjaga ketertiban dan hak pejalan kaki serta pengguna jalan lainnya,
” Trotoar dan badan jalan bukan tempat untuk berjualan. Kami sudah berikan imbauan jauh hari sebelum Ramadan, dan setelah lebaran ini kami tindaklanjuti dengan penertiban, yang tujuannya bukan untuk mematikan usaha, tapi untuk menjaga ketertiban dan hak pejalan kaki serta pengguna jalan lainnya, ” tegasnya
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara rutin agar tidak ada lagi PKL yang kembali berjualan di lokasi yang dilarang dan parkir juga harus di tata dengan baik
” Kami tidak main-main. Bagi yang masih membandel, kami akan ambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Salah satu pengguna jalan, mengaku senang dengan adanya penertiban tersebut. Ia mengatakan selama Ramadhan hingga lebaran, banyak trotoar dan bahu jalan yang dipenuhi pedagang, sehingga menyulitkan pejalan kaki dan pengguna kendaraan.
Lihat Juga : Hujan Deras, Jembatan di Batang Onang Nyaris Putus
” Waktu itu jalanan jadi sempit, apalagi sore hari. Kadang kami harus turun ke jalan karena trotoar dipenuhi pedagang. Sekarang setelah ditertibkan, jadi lebih nyaman dan aman, ” ujar Rian saat ditemui di lokasi penertiban.
Ia berharap pemerintah terus melakukan pemantauan dan tidak hanya menertibkan saat momentum tertentu saja. ” Kalau bisa jangan musiman, harus rutin biar kota tertib terus, ” tambahnya.(Wan)

