Wartalive.co.id – Upaya memperkuat perlindungan kawasan hutan di Ekosistem Batangtoru terus dilakukan melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP), berlangsung di Hotel Torsibohi Sipirok, Selasa (10/3/2025).
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi terkait, salah satunya Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna, yang menyampaikan materi tentang peran Polri dalam perlindungan dan pengamanan hutan berbasis teknologi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh MMP Kehutanan dari UPTD KPH Wilayah X Padnagsidimpuan dan UPTD KPH Wilayah XII Tarutung, serta dihadiri perwakilan Balai Gakkum Kehutanan Sumatera, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dan Direktur Konservasi Indonesia Jeri Imansyah.
Dalam paparannya, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna menjelaskan, peran kepolisian sangat strategis dalam mendukung perlindungan dan pengawasan hutan sebagai bagian dari penegakan hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“ Polri memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian hutan melalui langkah preventif maupun penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan lingkungan, ” ujarnya.
Baca Juga : AKBP Yon Edi Winara Rangkul BEM se-Padangsidimpuan dan Tapsel
Ia menjelaskan, langkah preventif dilakukan melalui pengawasan aktif dan respons cepat berbasis teknologi, yang salah satunya dengan mengoptimalkan aplikasi SUPER APS Polri dan dashboard “Lancang Kuning” Nusantara yang terintegrasi dengan teknologi satelit untuk memantau titik panas (hotspot) secara real time.
Selain itu, Polri juga memperkuat layanan Call Center 110 sebagai sarana masyarakat untuk melaporkan berbagai ancaman terhadap kawasan hutan selama 24 jam.
“ Melalui sistem ini, laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh personel terdekat di lapangan, ” jelasnya.
Lanjut Baca : AKBP Bagus Priandy Resmi Jabat Kapolres Madina
Di sisi lain, Kapolres menegaskan, Polri juga mengedepankan penegakan hukum secara tegas melalui pendekatan Scientific Crime Investigation (CSI) yang menitikberatkan pada pembuktian berbasis ilmu pengetahuan dalam penanganan kasus perusakan hutan.
” Melalui pelatihan ini diharapkan kapasitas masyarakat yang tergabung dalam MMP semakin meningkat dalam mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, khususnya di wilayah Ekosistem Batangtoru yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, ” ujar Kapolres.
Pelatihan ini juga diisi dengan berbagai materi lain, di antaranya dasar hukum pembentukan MMP Kehutanan, pengenalan kawasan hutan, tata cara pelaporan dan dokumentasi hasil patroli, serta pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.(LDS)
AKBP Wira Prayatna Apresiasi Mahasiswa PKL UMTS atas Dedikasi dan Disiplin

