Sunday, October 11, 2026

Peletakan Batu Pertama Masjid Dar Ibnu Arrizah Warnai Maulid Nabi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah di Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel. 

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapsel H Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, karena berhalangan hadir untuk menjalankan agenda di Jakarta, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Dar Ibnu Arrizah, Senin (24/8/2026).

- Advertisement -

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Membangun Generasi Qur’ani dan Berperadaban” itu dihadiri Prof. Dr. Syekh Muhammad Ali Bala’u, Presiden Imam Foundation, Inggris, unsur Forkopimcam, Kejaksaan, anggota DPRD Tapsel Armen Sanusi Harahap, ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta para santriwan dan santriwati.

Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah.

“ Atas nama Pemkab Tapsel, kami menyambut baik kegiatan ini dan mendukung sepenuhnya keberadaan Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah, ” ujar Jafar.

Menurut Jafar, pembangunan masjid tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan sarana ibadah. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pesantren, khususnya dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Ia menilai keberadaan Dar Ibnu Arrizah memiliki keterkaitan dengan visi pembangunan Tapsel dalam mewujudkan masyarakat yang unggul, sehat, cerdas dan sejahtera.

“ Dar Ibnu Arrizah ini mendukung visi dan misi Tapsel. Karena itu, kami dari Pemkab Tapsel akan terus mendukung keberadaan pesantren ini. Untuk bentuk bantuan pemerintah, nanti akan kami komunikasikan dengan Bapak Bupati, ” katanya.

Jafar juga melihat perkembangan pesantren tersebut cukup signifikan. 

Ia membandingkan kondisi Dar Ibnu Arrizah saat ini dengan kunjungannya sekitar dua tahun lalu.

“ Saya yakin Ustadz Arkhan adalah seorang pekerja keras. Dua tahun lagi saya yakin pesantren ini akan semakin berkembang, ” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pesantren dan pendidikan keagamaan.

“ Kita terus berkolaborasi untuk membangun pesantren, membangun umat dan membangun masyarakat Tapsel, ” kata Jafar.

Ia berharap Dar Ibnu Arrizah tidak hanya berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam, tetapi ke depan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan Islam di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah, Al Ustadz Muhammad Arkhan Harahap, dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk generasi yang memiliki kekuatan iman, ilmu dan akhlak.

Peringatan Maulid, katanya, juga menjadi momentum untuk memperkuat cita-cita pesantren dalam melahirkan generasi Qur’ani yang mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara peletakan batu pertama pembangunan masjid disebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Dar Ibnu Arrizah yang telah dirintis selama beberapa tahun terakhir.

Dengan pembangunan tersebut, pesantren diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi muda Tapanuli Selatan yang beriman, berilmu, berakhlak mulia serta memiliki wawasan peradaban.

“ Kami berharap pembangunan masjid yang kita niatkan ini dilancarkan dan dimudahkan Allah SWT. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua, ” ujar Arkhan.

Arkhan juga mengapresiasi kehadiran Prof. Dr. Syekh Muhammad Ali Bala’u dari Imam Foundation, Birmingham, Inggris.

Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bagian dari terbukanya jejaring kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan pesantren.

Ia berharap hubungan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, dapat terus berkembang sehingga Dar Ibnu Arrizah semakin dikenal dan mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam.

“ Kami ingin, meskipun kami berada di kampung dan di tengah perkebunan, Dar Ibnu Arrizah dapat dikenal luas dan menjadi salah satu pusat pengembangan peradaban Islam, ” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Dar Ibnu Arrizah. 

Peletakan batu pertama tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah ibadah yang nantinya diharapkan menjadi bagian penting dari aktivitas pesantren.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan keagamaan, pembinaan santri dan berbagai aktivitas pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Pondok Pesantren Dar Ibnu Arrizah.(Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya