Monday, October 12, 2026

Pengajian BKMT Diharapkan Jadi Benteng Hadapi Persoalan Sosial

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bersama seluruh elemen masyarakat memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama sebagai benteng keluarga menghadapi berbagai persoalan sosial.

Ajakan itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri dan memberikan bimbingan pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Kecamatan Batangtoru di Desa Perkebunan Sigala-gala, Kecamatan Batangtoru, Kamis (20/8/2026).

- Advertisement -

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga, Forkopimcam Batangtoru, para Kepala Desa dan Lurah, tokoh agama, Ketua MUI, pengurus serta anggota BKMT, perwakilan Baznas dan masyarakat.

Gus Irawan mengatakan, pengajian BKMT tidak semata-mata menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang memperkuat ketahanan keluarga dan kepedulian sosial.

“ Saya selalu senang dan bahagia bersama ibu-ibu BKMT. Setiap ada kesempatan pengajian akbar, rasanya ingin selalu hadir, ” kata Gus Irawan.

Baca Juga : Kejari Musi Rawas Eksekusi Uang Rampasan Korupsi SPH Perkebunan Rp61,8 Miliar

Ia berharap kegiatan pengajian akbar tersebut terus digelar secara berkelanjutan dan jangkauannya semakin luas.

Bahkan, ia mendorong keterlibatan kaum bapak sehingga pembinaan agama tidak hanya berlangsung di kalangan ibu-ibu, tetapi menjadi gerakan bersama dalam keluarga.

Menurutnya, perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.

Karena itu, penguatan nilai agama dinilai penting agar keluarga memiliki daya tahan menghadapi berbagai pengaruh negatif.

“ Kalau seluruh kita, khususnya umat Islam, menjalankan agama Islam dengan baik, maka kehidupan kita sesama saudara muslim maupun dengan saudara kita yang lain akan terasa lebih nyaman, ” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan mengajak masyarakat Tapsel bersama-sama memerangi tiga persoalan yang dinilainya menjadi tantangan serius, yakni narkoba, rentenir dan kemiskinan.

Untuk persoalan narkoba, ia meminta pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua, menurutnya, harus memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika.

“ Kalau setiap keluarga, setiap desa, tidak ada yang terlibat narkoba, maka sebetulnya Tapsel akan bebas narkoba, ” tegasnya.

Gus Irawan juga mengapresiasi jajaran Polres Tapsel yang dinilainya responsif dalam menangani persoalan kriminalitas.

Ia meminta masyarakat tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas narkoba maupun gangguan keamanan di lingkungannya.

Penguatan kegiatan keagamaan, lanjutnya, juga harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan narkoba.

” Melalui pengajian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan kepedulian dan pengawasan sosial di tengah masyarakat, ” katanya.

Persoalan berikutnya yang menjadi perhatian Bupati adalah praktik pinjaman dengan bunga tinggi yang dapat semakin membebani kondisi ekonomi masyarakat.

Ia menyoroti masih adanya masyarakat yang memanfaatkan pinjaman informal maupun pinjaman kelompok dengan bunga tinggi.

Dalam sejumlah kasus, kondisi tersebut justru menimbulkan persoalan baru di dalam rumah tangga.

Pemkab Tapsel, kata Gus Irawan, mendorong masyarakat memanfaatkan pembiayaan melalui Perbankan dengan beban bunga yang lebih ringan, salah satunya melalui Bank Sumut.

Pemerintah daerah telah mendorong skema pembiayaan melalui Bank Sumut dengan bunga sekitar 8 persen per tahun.

“ Kalau ada pinjaman di beberapa tempat, kita dorong untuk dikonsolidasikan sehingga bebannya menjadi lebih ringan. Ini bagian dari perang kita melawan rentenir, ” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan masyarakat agar pembiayaan baru digunakan untuk menyelesaikan pinjaman lama dan tidak justru menambah beban utang.

Sementara untuk persoalan kemiskinan, Gus Irawan menyebut angka kemiskinan di Tapsel saat ini berada di kisaran 6,16 persen.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai upaya agar angka tersebut dapat ditekan melalui peningkatan pendapatan masyarakat.

“ Harapan saya, di masa saya menjadi Bupati, mudah-mudahan kemiskinan ini bisa kita hapus, ” katanya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Pemkab Tapsel akan mengoptimalkan kerja sama dengan Baznas, Perbankan, pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bantuan kepada masyarakat, kata dia, diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan pada kegiatan produktif yang mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.

Program pembiayaan pertanian, peternakan dan usaha mikro juga didorong agar semakin mudah diakses masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pembiayaan Perbankan.

Gus Irawan turut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk lahan pekarangan dan lahan kosong, untuk kegiatan produktif.

Ia mencontohkan pengembangan tanaman jagung di lahan sekitar dua hektare yang sebelumnya terdampak banjir.

Dari lahan tersebut, hasil panen disebut mencapai sekitar 5,5 ton per hektare.

Dengan harga jual sekitar Rp6.500 per kilogram, hasil pertanian tersebut dinilai mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“ Kalau tidak punya lahan luas, pekarangan rumah atau lahan kosong juga bisa dimanfaatkan. Sayur-mayur pun bisa dikembangkan, ” ujarnya.

Gus Irawan berharap BKMT terus berkembang dan mampu menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam membangun keluarga yang religius sekaligus menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.

“ Pengajian akbar ini harus terus kita jaga, kita pelihara, dan bahkan kita tumbuhkembangkan. Mudah-mudahan anggotanya dari waktu ke waktu semakin bertambah di setiap desa dan kecamatan, ” pungkasnya

Sementara, dalam tausiah, Ustadz Ruslan Hasibuan mengajak jamaah meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperkuat kepedulian terhadap anak yatim.

Lihat Juga : Rayakan Kemerdekaan, Kantah Padangsidimpuan Gelar Lomba

Ia menyampaikan kisah tentang seorang anak yatim pada zaman Rasulullah SAW yang mengalami kesedihan setelah kehilangan orang tuanya.

Kisah tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam agar memberikan perhatian, kasih sayang dan perlindungan kepada anak yatim.

Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Rasulullah SAW yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

” Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Batangtoru pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi mampu melahirkan gerakan sosial yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, ” kata Ustadz Ruslan Hasibuan. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya