Wartalive.co.id – Kuatnya political will atau kemauan politik pimpinan daerah dinilai menjadi faktor utama di balik cepatnya kinerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam penanganan pasca bencana.
Pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Bakhrul Khair Amal, menegaskan, kepemimpinan Gus Irawan Pasaribu menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak.
“ Political will pimpinan daerah sangat menentukan. Dalam kasus Tapsel, kita melihat ada dorongan kuat dari kepala daerah untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat dan tepat sasaran, ” ujar Bakhrul.
Baca Juga : Bupati Asahan Sambut Kunker Spesifik Komisi II DPR RI di Medan
Menurutnya, kecepatan penanganan bencana di Tapsel tidak hanya terlihat pada tahap tanggap darurat, tetapi juga berlanjut hingga proses rehabilitasi dan pembangunan kembali, termasuk penyediaan hunian tetap bagi warga terdampak.
Bakhrul menilai, langkah cepat tersebut turut mengubah persepsi publik terhadap Tapsel yang sebelumnya kerap mendapat stigma negatif dalam penyelesaian persoalan daerah.
“ Dengan gerak cepat yang dilakukan, stigma lama itu perlahan terkikis. Penanganan bencana kini lebih terukur dan berbasis hasil, ” katanya.
Ia juga menyoroti aspek transparansi dan akuntabilitas yang diterapkan Pemkab Tapsel dalam pengelolaan bantuan. Seluruh proses, mulai dari pendataan hingga penyaluran bantuan, dilakukan berdasarkan data yang valid dan kondisi riil di lapangan.
Hal ini, lanjutnya, menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Bakhrul melihat adanya pola komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, sehingga mempercepat proses koordinasi dan realisasi bantuan.
Sebelumnya, kinerja Pemkab Tapsel juga mendapat apresiasi dari Tito Karnavian dan Maruarar Sirait saat penyerahan kunci rumah hunian tetap kepada warga terdampak bencana di Desa Hapesong.
Bakhrul menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Pemkab Tapsel tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menunjukkan kinerja nyata di lapangan.
“ Ini menunjukkan bahwa ketika political will kuat, maka seluruh perangkat daerah akan bergerak cepat. Hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat, ” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Indra Fauzan bahwa komunikasi politik yang kuat serta transparansi dalam penyaluran bantuan mengantarkan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mendapat apresiasi dari dua Menteri yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Apresiasi tersebut disampaikan kedua Menteri, saat penyerahan 120 kunci rumah Hunian Tetap (Huntap) kepada warga terdampak bencana di Desa Hapesong, pekan lalu.
Ia menilai pujian yang diberikan pemerintah pusat bukan hanya sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga sinyal kuat kepada daerah lain agar lebih sigap dalam menangani bencana.
“ Pernyataan menteri itu bukan hanya pujian, tapi juga dorongan bahkan semacam ultimatum kepada kepala daerah lain agar lebih cekatan dan kreatif dalam penanganan pascabencana, ” ujarnya.
Lihat Juga : Wabup Asahan Buka Seminar EduDay 2026
Menurut Indra, langkah cepat Pemkab Tapsel menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya menunggu bantuan pusat.
” Sejak awal bencana terjadi, pemerintah harus hadir memberikan kepastian kepada masyarakat terdampak, ” terangnya.
Ia juga menilai pola komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam penanganan bencana di Tapsel sudah berjalan efektif.
Koordinasi yang intens melalui rapat-rapat serta keterbukaan informasi membuat proses bantuan lebih cepat terealisasi.
Selain itu, Pemkab Tapsel dinilai berhasil menerapkan strategi kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah.
” Pendekatan pentahelix yang melibatkan banyak elemen dinilai mampu memperkuat pengawasan dan efektivitas manajemen kebencanaan, ” tuturnya. (Wan)

