Wartalive.co.id – Identitas keislaman masyarakat Angkola di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kembali menjadi bahan refleksi dalam membangun peradaban Islam yang tercerahkan dan berkemajuan.
Dr. Suheri Harahap, M.Si, dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Rabu (14/5/2025) menegaskan pentingnya merekonstruksi pemahaman dan penguatan identitas Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Muslim Angkola.
Dalam tulisan bertajuk, ‘Peradaban Islam dari Tabagsel: Rekonstruksi Identitas Muslim Angkola’, Dr. Suheri menekankan, bahwa identitas Islam merupakan bagian normatif dan melekat dalam karakter umat Muslim.
Baca Juga : Rumah Petani di Desa Situmbaga Dilalap Api, Satu Meninggal Dunia
Konsep seperti al-mujtama al-Islamy dan khaira ummah bukan hanya bersumber dari pemikiran para cendekiawan Islam klasik, tetapi juga memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, sebagaimana tercantum dalam QS Ali Imran ayat 110 dan QS Al-Baqarah ayat 143.
Dr. Suheri mengingatkan, identitas keislaman seperti istilah muslim, mukmin, muhsin dan muttaqin adalah bentuk afirmasi keyakinan yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Ia juga menyoroti bahwa di era modern ini, tidak seharusnya identitas Islam disalahpahami, distigma, atau dipolitisasi sebagai simbol ekstremisme atau radikalisme. Setiap warga negara Indonesia, termasuk umat Islam, memiliki hak konstitusional untuk menunjukkan identitas keagamaannya sebagaimana dijamin oleh UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, pembentukan masyarakat Islam secara historis dimulai sejak masa Nabi Muhammad SAW. Transformasi masyarakat jahiliyah Arab menjadi masyarakat berperadaban di Madinah merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam yang tercerahkan.
” Peradaban tersebut kemudian berkembang pesat dan menerangi dunia selama enam abad dengan kemajuan dalam berbagai aspek seperti ilmu pengetahuan, seni, ekonomi, politik dan hukum, ” ujarnya
Lebih jauh, Dr. Suheri menggambarkan masyarakat Islam ideal sebagai masyarakat madaniyah atau unggul (khaira ummah) yang tak hanya menguasai nilai-nilai spiritual dan intelektual, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekologis dan menjunjung tinggi martabat manusia.
Lihat Juga : Antisipasi Premanisme, Polres Samosir Beri Penyuluhan Kepada Masyarakat Panguruan
Ia berharap masyarakat Muslim Angkola dapat mengambil peran penting dalam membangun kembali peradaban Islam yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan kebaikan bersama.
“ Masyarakat Muslim yang tercerahkan akan mampu melahirkan peradaban baru, ” tutup Dr. Suheri dalam refleksi intelektualnya, seraya menyerukan agar warisan peradaban Islam dari Tabagsel tidak hanya dijaga, tetapi juga terus dikembangkan.*
Oleh: Dr. Suheri Harahap, M.Si.
Dosen FIS UIN SU

