Monday, October 12, 2026

Pertamax Naik Jadi Rp16.650 Per Liter, Warga Mulai Lirik Pertalite

Baca Juga

Wartalive.co.id – PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per hari ini, Rabu (10/6). Lonjakan signifikan terjadi pada jenis BBM Pertamax (RON 92) di wilayah Sumatra Utara (Sumut). Kenaikan harga yang cukup drastis ini langsung memicu reaksi dari berbagai kalangan masyarakat konsumen setianya.

Berdasarkan pantauan resmi melalui aplikasi MyPertamina pada Rabu (10/6), harga Pertamax di wilayah Sumut kini dipatok seharga Rp16.650 per liter. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp4.050 dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.600 per liter. Kenaikan yang menyentuh angka empat ribu rupiah lebih ini terbilang mengejutkan bagi para pengendara.

- Advertisement -

Kebijakan baru ini dibenarkan oleh para petugas di lapangan yang mulai menerapkan tarif baru sejak dini hari tadi. Perubahan harga tersebut terpantau langsung di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan sekitarnya. Arus penyesuaian harga pun berjalan serentak sesuai dengan instruksi pusat.

Baca Juga : Bobby Minta PLN Segera Tuntaskan Krisis Listrik di Sumut

“Cuma harga Pertamax aja yang naik. Mulai tanggal 10 Juni, jam 00.00 WIB. Sekarang harganya Rp16.650,” ujar Khoirul, salah satu petugas SPBU di kawasan Simpang Selayang saat memberikan.

Menariknya, penyesuaian harga kali ini hanya menyasar jenis BBM Pertamax saja. Untuk varian BBM nonsubsidi lainnya, Pertamina terpantau masih mempertahankan harga lama. Langkah ini setidaknya memberikan sedikit kejelasan bagi konsumen yang menggunakan jenis kendaraan dengan spesifikasi mesin berbeda.

Sebagai contoh, harga Pertamax Turbo (RON 98) per 10 Juni 2026 terpantau tetap stabil di angka Rp21.200 per liter tanpa mengalami perubahan. Kondisi serupa juga terjadi pada produk Dexlite yang harganya masih tertahan di angka Rp23.500 per liter, sehingga tidak menambah beban baru bagi pengguna mesin diesel non-subsidi.

Di sisi lain, masyarakat kecil sedikit bernapas lega karena pemerintah tidak mengusik harga BBM bersubsidi maupun kompensasi. Hingga berita ini diturunkan, harga Pertalite (RON 90) masih konsisten dijual seharga Rp10.000 per liter. Begitu pula dengan Biosolar yang tetap bertahan di angka Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Sumut.

Lihat Juga : Cipayung Plus dan Poros Pelajar Madina Desak Bupati Selesaikan Segudang Permasalahan

Kendati demikian, lonjakan harga Pertamax diprediksi akan memicu migrasi konsumsi ke BBM bersubsidi. Sejumlah warga mengeluhkan beratnya nominal kenaikan kali ini yang dirasa terlalu mendadak bagi dompet mereka. Jika kondisi ini terus bertahan, antrean di jalur Pertalite diperkirakan akan semakin mengular dalam beberapa hari ke depan.

“Naik terus harga Pertamax ini, pening juga. Di satu sisi kita butuh, tapi mahal kali sekarang kan, naik 4 ribu per liter. Kemungkinan pindah ke Pertalite lah kalau kira-kira gak sanggup pakai Pertamax ini,” keluh Sofwan, salah seorang warga sekitar yang ditemui usai mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya