Wartalive.co.id – Di bawah naungan tenda-tenda biru yang sederhana, roda perekonomian masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan terus berputar. Pasar Tradisional Sayurmatinggi, atau yang akrab disebut oleh warga lokal sebagai Poken Sayurmatinggi, tetap meSnjadi urat nadi utama bagi pemenuhan kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Sayur Matinggi
Suasana di dalam pasar tampak padat dan hidup. Berdasarkan pantauan di lokasi (7/4/2026), para pedagang menggelar berbagai hasil bumi mulai dari tumpukan labu madu, bawang, hingga bumbu dapur lainnya. Salah satu ciri khas yang masih kental adalah interaksi langsung antara penjual dan pembeli, aktivitas tawar-menawar menjadi pemandangan lazim di tengah riuhnya suasana pasar
Poken Sayurmatinggi bukan sekadar tempat belanja, melainkan pusat distribusi hasil tani lokal. Berbagai komoditas yang dijual meliputi:
Baca Juga : Jaring Qari Terbaik, Pemko Padangsidimpuan Resmi Buka STQ ke-XXV Tingkat Kecamatan
- ​Sayur-mayur segar langsung dari lahan pertanian sekitar.
- ​Kebutuhan protein seperti ikan dan daging.
- ​Kebutuhan rumah tangga dan bumbu dapur lengkap
- Dan Kebutuhan lainnya
Geliat ekonomi di pasar ini juga didukung oleh transportasi lokal yang unik. Di sepanjang pinggir jalan lintas yang berbatasan dengan pasar, puluhan becak motor (betor) dan kendaraan umum tampak berjejer rapi menunggu penumpang. Betor ini menjadi sarana angkut utama bagi warga yang membawa belanjaan dalam jumlah besar menuju desa-desa di sekitar kecamatan
Sebagai pusat perbelanjaan rakyat, keberadaan Poken Sayurmatinggi sangat vital bagi stabilitas ekonomi pedesaan di Tapanuli Selatan. Meski sarana fisik terlihat sederhana dengan perlindungan tenda terpal, antusiasme warga membuktikan bahwa pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama karena harga yang terjangkau dan hubungan kekerabatan yang erat antar warga.
Lihat Juga : Sikat Habis Narkoba hingga Knalpot Brong, Aksi Tegas Polres Padangsidimpuan Tuai Pujian DPRD
Salah seorang pengunjung, Nurhasanah, mengaku rutin berbelanja di poken ini setiap minggunya, ​”Belanja di sini lebih puas karena sayur-sayurannya langsung dari kebun warga sekitar, jadi masih segar sekali. Harganya juga masih bisa kita tawar sedikit kalau langganan, jauh lebih hemat untuk kebutuhan dapur seminggu ke depan,” Ujarnya
​Kehadiran pasar ini terus memperkuat identitas Sayur Matinggi sebagai salah satu wilayah yang mandiri secara pangan dan ekonomi di bawah naungan Kabupaten Tapanuli Selatan. (Asrif)

