Wartalive.co.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Dalam operasi tersebut, empat orang kurir ditangkap dengan barang bukti mencengangkan: 25 kilogram sabu, 15.000 butir pil Happy Five, dan lebih dari 5.800 butir ekstasi. Tiga pelaku lainnya, termasuk seorang warga negara asing (WNA), masih dalam pengejaran.
Pengungkapan jaringan ini bermula dari penyelidikan intensif setelah tim Ditresnarkoba menerima informasi terkait pengiriman sabu dari Dumai ke Medan. Pada Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 01.30 WIB, petugas menangkap tersangka pertama, SYH (27), di Jalan Lintas Medan–Tebing Tinggi, Desa Paya Pasir, Kecamatan Syahbandar, Kabupaten Sergai.
“Berhasil mengamankan tersangka pertama di TKP 1,” ungkap Dirnarkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025).
Baca Juga : Polres Sergai Bekuk Dua Kurir Sabu, Amankan 5 Gram Barang Bukti
Berdasarkan hasil interogasi, tim bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga tersangka lainnya, yaitu HAR (26) di SPBU Jalan Lintas Medan–Binjai, serta FER (48) dan SUR (46) di kawasan Medan Polonia.
Calvijn menyebut, para tersangka merupakan bagian dari jaringan narkoba terorganisir yang dikendalikan oleh tiga buronan, masing-masing berinisial AW, X, dan Y. SYH dan HAR dikendalikan oleh AW, sementara FER dikendalikan oleh X dan SUR oleh Y.
Barang bukti yang berhasil disita antara lain:
- 20 kg sabu dalam kemasan teh China hijau merek Guan Yin Wang
- 5 kg sabu dalam kemasan teh China emas merek Durian
- 15.000 butir Happy Five
- 5.000 butir ekstasi warna pink
- 842 butir ekstasi warna cokelat
- 1 koper hitam, 1 ransel hitam
- 9 unit handphone
- 2 sepeda motor dan 2 mobil
Lihat Juga : Puskesmas Soposurung Layani Pemeriksaan Kesehatan ASN dan Masyarakat
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk mengungkap seluruh jaringan ini dan memburu para pengendali utama yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk seorang WNA yang diduga otak dari sindikat internasional tersebut.
“Kami tidak akan berhenti sampai para pengendali utama ditangkap. Ini adalah bagian dari perang total terhadap narkoba untuk melindungi generasi muda,” tegas Kombes Calvijn. (Islino)

