Saturday, October 10, 2026

Polusi Debu di Sunggal Kian Parah, Warga Mengeluh

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi ruas jalan di kawasan Sunggal terpantau semakin memprihatinkan pada Selasa (11/2). Polusi abu yang menyelimuti area tersebut dilaporkan kian parah, mengganggu pandangan mata serta kenyamanan warga maupun pengguna jalan yang melintas di sepanjang jalur utama.

Penyebab utama dari pekatnya abu ini berasal dari sisa-sisa material pasir yang terjatuh dari truk pengangkut. Diduga, truk-truk bermuatan pasir yang melintasi kawasan tersebut tidak menutup bak angkutannya dengan rapat, sehingga material pasir berceceran di sepanjang aspal dan mengering menjadi debu halus.

- Advertisement -

Kondisi semakin buruk saat kendaraan besar lainnya melintas dengan kecepatan tinggi. Setiap kali truk atau mobil lewat, sisa pasir yang mengendap di jalan seketika terangkat ke udara, menciptakan fenomena yang menyerupai “hujan abu”. Partikel debu yang terbang ini membuat jarak pandang terbatas dan menyesakkan dada.

Baca Juga : Bentengi Karakter Siswa, Sat Binmas Polres Padangsidimpuan Sambangi MTsN 1

Wulan, salah seorang warga sekitar yang setiap harinya beraktivitas di lokasi tersebut, mengungkapkan keresahannya. Ia menyebutkan bahwa paparan debu ini sudah masuk dalam tahap yang membahayakan kesehatan, terutama bagi organ pernapasan warga yang tinggal tepat di pinggir jalan. “Abu pasir ini bahaya kali untuk pernapasan, jadi kalau mau keluar rumah pakai masker lah, atau pakai apa saja yang bisa menutup hidung biar abu pasir ini tidak kita hirup,” ujar Wulan saat memberikan pendapatnya terkait kondisi lingkungan yang kian tidak sehat tersebut.

Menurut pengamatan Wulan, volume debu akan meningkat drastis setiap kali ada mobil yang melintas. “Karena kalau mobil yang lewat pasti abunya naik beterbangan. Itu yang buat kita was-was kalau tidak pakai pelindung hidung, apalagi untuk anak-anak,” tambahnya.

Demi meminimalisir dampak buruk tersebut, Wulan dan warga lainnya secara swadaya rutin melakukan penyiraman jalan secara manual. Mereka menyemprotkan air ke titik-titik tumpukan pasir agar debu tidak mudah terbang tertiup angin atau terangkat oleh putaran roda kendaraan.

“Kami juga setiap hari nyiram air ke jalan, supaya tidak terlalu banyak abu yang naik ke udara,” ucap Wulan menutup pembicaraan. Warga berharap pihak terkait segera turun tangan untuk menertibkan truk material yang tidak disiplin serta melakukan pembersihan jalan demi kesehatan publik.(febrian)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya