Wartalive.co.id – Jembatan Tano Ponggol, yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan pariwisata di Kabupaten Samosir, kini tengah menjadi sorotan negatif. Meski telah berulang kali diingatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat, masih ditemukan banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan di sepanjang trotoar dan sudut-sudut jembatan megah tersebut.
Tumpukan sampah plastik, botol minuman, hingga sisa makanan yang ditinggalkan oleh oknum pengunjung kembali memicu keprihatinan mendalam. Padahal, Samosir merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang sangat mengandalkan nilai jual keindahan alam, kejernihan air Danau Toba, serta kelestarian lingkungannya yang asri.
Warga setempat yang bermukim di sekitar kawasan jembatan sangat menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Mereka menilai bahwa kemegahan arsitektur Jembatan Tano Ponggol menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan perilaku tertib dari para wisatawan yang datang berkunjung.
Baca Juga : Bobby Nasution Minta RS di Sumut Tak Persulit Layanan Kesehatan
Sampah-sampah yang dibuang sembarangan ini tidak hanya merusak pemandangan estetis jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir dengan daratan Sumatera tersebut. Lebih jauh lagi, sampah plastik yang tertiup angin ke perairan di bawahnya berpotensi besar mencemari ekosistem Danau Toba yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Kondisi ini seolah menunjukkan tantangan berat bagi pemerintah daerah dalam mengubah pola pikir masyarakat dan pengunjung. Meskipun fasilitas tempat sampah telah disediakan di beberapa titik strategis, nyatanya perilaku membuang sampah secara instan masih menjadi kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan oleh sebagian orang.
Masyarakat setempat berharap agar para wisatawan dapat lebih sadar dan disiplin dalam menjaga kebersihan selama menikmati keindahan Tano Ponggol. Mereka menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab moral setiap individu yang menginjakkan kaki di tanah Samosir.
Pemerintah Kabupaten Samosir pun diharapkan segera mengambil langkah lebih tegas, baik melalui patroli rutin maupun penerapan sanksi bagi pelanggar kebersihan. Langkah ini dinilai mendesak agar citra pariwisata Samosir tetap terjaga dan lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang.(Febrian)
Sumber: Sumutnusantara

