Wednesday, October 14, 2026

Satgas PRR Jalankan 11.520 Program Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Baca Juga

Wartalive.co.id – Sebanyak 11.520 kegiatan rehabilitasi dan rekonstruski permanen
pascabencana akan dijalankan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi (Satgas PRR) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan yang akan berlangsung hingga 2028 itu membutuhkan pendanaan
indikatif mencapai Rp100,166 triliun.

Kegiatan tersebut menjadi implementasi Rencana Induk Percepatan
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP)
2026–2028 yang disusun sebagai peta jalan pemulihan permanen di 53
kabupaten/kota terdampak. Tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen
diarahkan untuk membangun kembali kawasan terdampak agar lebih aman,
tangguh, dan berkelanjutan melalui prinsip Build Back Better, Safer, and
Sustainable.

- Advertisement -

Di balik ribuan kegiatan tersebut, pemerintah menetapkan lima fokus
besar yang menjadi arah pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi selama
tiga tahun ke depan. Kelima fokus tersebut mencakup pemulihan
permukiman, pembangunan infrastruktur, rehabilitasi sosial, pemulihan
ekonomi masyarakat, serta penguatan tata kelola lintas sektor.

Baca Juga : Penutupan MTQ ke-40 Provsu, Kafilah Tanjungbalai Belum Meraih yang Terbaik

Fokus pertama ialah penyediaan hunian tetap melalui 97 kegiatan dengan
kebutuhan pendanaan sekitar Rp7,57 triliun. Program ini tidak hanya
membangun rumah bagi masyarakat terdampak, tetapi juga memastikan lokasi
hunian berada di kawasan yang lebih aman melalui pembangunan kembali di
lokasi semula maupun relokasi dari wilayah berisiko tinggi.

Porsi terbesar diarahkan pada pembangunan infrastruktur melalui 1.863
kegiatan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp63,69 triliun. Program
tersebut meliputi rehabilitasi jalan, jembatan, jaringan irigasi,
sungai, drainase, air minum, sanitasi, energi, hingga berbagai fasilitas
pelayanan publik yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat.

Pemerintah juga menempatkan pemulihan sosial sebagai prioritas penting
melalui 6.194 kegiatan dengan kebutuhan pendanaan sekitar Rp18,73
triliun. Fokusnya mencakup layanan pendidikan dan kesehatan,
perlindungan bagi kelompok rentan, dukungan psikososial, hingga
penguatan kohesi sosial agar proses pemulihan berlangsung lebih
inklusif.

Di sektor ekonomi, sebanyak 3.026 kegiatan dengan kebutuhan sekitar
Rp9,41 triliun disiapkan untuk menghidupkan kembali mata pencaharian
masyarakat melalui rehabilitasi pertanian, perikanan, perdagangan,
koperasi, UMKM, industri kecil dan menengah, pasar rakyat, hingga sektor
pariwisata.

Sementara itu, 341 kegiatan lintas sektor dengan kebutuhan sekitar
Rp764,67 miliar diarahkan untuk memperkuat penataan ruang berbasis
risiko bencana, sistem peringatan dini, layanan pertanahan, penguatan
data by name by address, serta sistem monitoring dan evaluasi.

Lihat Juga : Kapolres Madina Buka Madina Boxing, Janjikan Bersinambungan

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian
mengatakan keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan
dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat.

“Kami harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk bapak-bapak, ibu-ibu,
tokoh-tokoh masyarakat di tiga daerah untuk kita bergerak bergotong
royong,” ujar Tito usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR
Pascabencana Sumatera di Kantor Kemenko PMK, Jakarta (18/6/2026) seraya
menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur permanen harus terus
dijaga agar manfaat pemulihan segera dirasakan masyarakat.

Sumber : Hermansah/Satgas PRR

Warta Terbaru

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak cukup hanya menjadi...

Artikel Menarik Lainnya