Wartalive.co.id – Sekitar 70 hektare lahan persawahan di Desa Banua Rakyat dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat luapan air Sungai Aek Namora. Kondisi tersebut terjadi karena pendangkalan sungai yang menyebabkan air meluap dan merendam area pertanian milik warga, Senin (15/12/2025)
Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, saat meninjau langsung proses normalisasi Aek Namora menyampaikan bahwa upaya pengerukan sungai dilakukan agar masyarakat dapat kembali mengelola lahan pertanian mereka. Dengan normalisasi ini, diharapkan aliran air kembali lancar dan risiko banjir yang merusak sawah dapat ditekan.
Dalam proses pengerjaan, pemerintah daerah menurunkan dua unit alat berat jenis excavator. Excavator berukuran PC 200 difokuskan untuk meluruskan dan memperdalam alur sungai, sementara excavator PC 50 digunakan untuk membersihkan saluran irigasi sawah yang mengalami penyumbatan.
Baca Juga : Kapolrestabes Medan dan PWI Sumut Komitmen Ciptakan Suasana Nyaman dan Kondusif
Atika menjelaskan, “hasil pengecekan di lapangan menunjukkan ketebalan sedimen di dasar sungai mencapai sekitar tiga meter. Pendangkalan inilah yang menjadi penyebab utama meluapnya air ke area persawahan warga”.
Melalui pengerukan dan normalisasi Aek Namora, pemerintah daerah berharap para petani di Desa Banua Rakyat dapat segera kembali turun ke sawah dan memulai kembali aktivitas pertanian tanpa dihantui ancaman banjir.(Sry)

