Wartalive.co.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Panyabungan menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat, (24/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan serta tim pemadam kebakaran Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman dasar terkait penanganan awal kebakaran sekaligus praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) melalui simulasi kebakaran ringan di area kantor.
Materi yang disampaikan mencakup penyebab umum kebakaran, langkah pencegahan, hingga prosedur evakuasi yang aman. Pelatihan berlangsung interaktif dengan arahan langsung dari petugas pemadam kebakaran, sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan teknik penanganan secara tepat.

Baca Juga : Jalan Jembatan Merah–Simpang Gambir Segera Diperbaiki, Anggaran Rp36,5 Miliar
Pemimpin BRI Panyabungan, Benny Susanto, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja dan keberlangsungan operasional.
“Seluruh pegawai diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat agar risiko dapat diminimalisir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Mandailing Natal, Chandra Willyam Perdana Mendrofa, SSTP, menjelaskan bahwa dalam pelatihan tersebut peserta diperkenalkan pada unsur-unsur pembentuk api, yakni oksigen, bahan bakar, dan panas.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap ketiga unsur tersebut menjadi kunci dalam memutus rantai api saat terjadi kebakaran. Selain penggunaan APAR, peserta juga diajarkan metode sederhana dalam memadamkan api, seperti memanfaatkan karung basah.
Lihat Juga : Kepergok Saat Beraksi, Pencuri Kabel Tower Ditangkap
Chandra turut mengingatkan bahwa mayoritas kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia, seperti instalasi listrik yang tidak sesuai, aktivitas memasak tanpa pengawasan, hingga permainan api oleh anak-anak.
Melalui kegiatan ini, BRI Panyabungan berharap seluruh pegawai dapat lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi potensi kebakaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan bersama di lingkungan kerja.(Sry)

