Monday, October 12, 2026

SRT Tapsel Dorong Anak Miskin Raih Masa Depan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menjadi momentum awal bagi ratusan anak dari keluarga miskin ekstrem untuk menatap masa depan melalui pendidikan.

Hal itu disampaikan Bupati Tapsel H Gus Irawan Pasaribu pada kegiatan MPLS SRT 1 di Sipirok, Kabupaten Tapsel, Senin (10/8/2026).

- Advertisement -

Bupati menjelaskan, SRT Tapsel saat ini menampung sebanyak 368 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Para siswa mengikuti sistem pendidikan berasrama dengan dukungan pendampingan guru, wali asuh dan wali asrama.

Baca Juga : Bank Bibit dan Produk Pekarangan, Strategi Huta Padang Bangkitkan Ekonomi

” Kehadiran SRT Sipirok ini, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya kelompok Desil 1 dan 2, termasuk anak-anak yang sebelumnya mengalami putus sekolah, ” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan, kehadiran SRT bukan berarti keberadaan sekolah umum di Tapsel dikesampingkan.

Pada 2026, sebanyak 65 sekolah PAUD, SD dan SMP di Tapsel tetap mendapatkan program revitalisasi melalui APBN dengan anggaran sekitar Rp48 miliar, ditambah dukungan dari APBD.

” Dukungan terhadap keberadaan SRT juga ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel, dengan menyiapkan 10 hektare lahan, lebih luas dari kebutuhan awal yang diperkirakan mencapai 6 hektare, ” terangnya.

Bupati berharap, MPLS ini tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri para siswa sekaligus menumbuhkan keberanian mereka dalam menggantungkan cita-cita.

Bupati juga mendorong para siswa untuk berani bermimpi menjadi dokter, guru, polisi, tentara, pengusaha maupun berbagai profesi lainnya.

Namun, perhatian pemerintah terhadap anak-anak SRT diharapkan tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan pendidikan tingkat SMA.

Lihat Juga : Polwan Polres Labusel Edukasi Pelajar soal Lalu Lintas dan Kenakalan Remaja

” Penyiapan program beasiswa bagi lulusan SRT yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dinilai penting, ” katanya.

Ia menyebutkan, program tersebut juga dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Pendidikan diharapkan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan.

” Dengan adanya SRT, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik dan keluar dari lingkaran kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, ” pungkasnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya