Wartalive.co.id – Kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Simpang Pemda, Medan terpantau berada dalam status aman dan terkendali (7/3). Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh jenis BBM mulai dari Pertalite, Bio Solar, hingga Pertamax masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas pengisian bahan bakar pun berjalan lancar tanpa ada kendala pasokan yang berarti.
Tito, salah satu petugas di SPBU Simpang Pemda, mengonfirmasi bahwa ketahanan stok di lokasi tersebut terjaga berkat distribusi yang konsisten. “Stok BBM di sini terpantau aman, karena setiap hari stoknya pasti ditambah,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani konsumen. Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran warga akan terjadinya kelangkaan bahan bakar.
Meskipun semua jenis BBM tersedia, pengisian Bio Solar tercatat sebagai yang paling mendominasi di SPBU ini. Tingginya minat masyarakat terhadap jenis bahan bakar bersubsidi tersebut memicu antrean yang lebih panjang dibandingkan jalur pengisian lainnya. Kendaraan bermesin diesel tampak mengular untuk mendapatkan pasokan Bio Solar sejak pagi hari
Baca Juga :Kajian Rutin Ramadan Masjid Raya Al Abrar : Wujudkan Keluarga Sakinah.
Tito mengakui adanya tren peningkatan jumlah pembelian, khususnya untuk jenis Bio Solar. Lonjakan permintaan ini bahkan sempat menyebabkan stok kosong untuk sementara pada malam sebelumnya. “Memang ada peningkatan jumlah pembelian BBM Bio Solar, sempat juga tadi malam Bio Solar habis, tapi sekarang sudah ada,” tambah Tito menjelaskan dinamika ketersediaan stok.
Di balik tingginya permintaan tersebut, pihak SPBU menyimpan kekhawatiran terkait potensi adanya praktik penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kecurigaan ini muncul karena kepadatan antrean dianggap tidak wajar jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, terutama mengingat pasokan di wilayah sekitar sebenarnya mencukupi. “Yang ditakutkan sebenarnya oknum-oknum penimbun Solar ini, karena jika hari-hari biasa, tidak seramai ini antreannya,” kata Tito. Ia menambahkan bahwa di SPBU lain yang berada di sekitar kawasan Simpang Pemda, pasokan Bio Solar sebenarnya selalu tersedia dan tidak pernah mengalami kekosongan dalam waktu yang lama.
Pihak petugas mengaku kesulitan untuk membedakan antara konsumen jujur dengan mereka yang berniat melakukan penimbunan. Hal ini dikarenakan pola pembelian masyarakat saat ini cenderung seragam, yakni melakukan pengisian tangki kendaraan hingga kapasitas maksimal atau full tank. “Kami juga tidak bisa mengetahui mana oknum yang ingin menimbun, yang mana benar-benar untuk pemakaian, karena rata-rata konsumen pembelian Bio Solar isinya full semua,” pungkas Tito. Hingga saat ini, pihak SPBU terus berupaya mengatur lalu lintas pengisian agar distribusi tetap merata dan meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi. (Febrian)

