Wartalive.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi menyusun peta jalan pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Perhelatan strategis yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan (22-23 April 2026) ini menjadi panggung kolaborasi bagi para kepala daerah
Ada yang berbeda dalam arah kebijakan kali ini. Penjabat Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution, menekankan adanya transformasi pendekatan perencanaan. Jika sebelumnya pembangunan cenderung berbasis pembagian wilayah administratif, kini Pemprov Sumut beralih ke pendekatan berbasis potensi daerah
Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembentukan empat kawasan tematik utama:
- Kawasan Komoditas Unggulan di Tapanuli Selatan.
- Kawasan Pertumbuhan di Pematangsiantar.
- Kawasan Ketahanan Pangan di Kabupaten Batu Bara.
- Kawasan Afirmasi di Gunungsitoli
Baca Juga : Pasar Malam Segera Hadir di Muaratais, Warga Antusias Sambut Wahana Hiburan
Salah satu poin krusial yang ditegaskan Gubernur adalah percepatan pembangunan di Kepulauan Nias demi mengikis kesenjangan antarwilayah. Strategi yang disiapkan mencakup pembentukan tiga klaster: produksi, logistik, dan pariwisata
”Jalur logistik menjadi prioritas. Kami berencana membangun pergudangan logistik terpadu dan cold storage untuk menjaga stabilitas stok di satu titik,” ujar Bobby Nasution dalam paparannya
Tak hanya fisik, aspek sosial juga diperkuat. Pemprov Sumut mengumumkan kebijakan sekolah gratis (SMA, SMK, dan SLB) yang akan dimulai pada tahun ajaran 2026. Awalnya kebijakan ini khusus untuk Kepulauan Nias, namun kini diperluas mencakup wilayah-wilayah yang terdampak bencana di akhir 2025
Di sektor kesehatan, komitmen pemerataan ditunjukkan melalui pemberian beasiswa bagi calon dokter spesialis. Saat ini, sebanyak 18 dokter tengah menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan komitmen penempatan di Kepulauan Nias setelah lulus
Upaya peningkatan kualitas hidup ini mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia menyoroti angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Utara yang mencapai 76,47. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di level 75,90
”Ini membuktikan kualitas SDM di Sumatera Utara relatif unggul. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan pembangunan tersebut dirasakan hingga ke pelosok daerah,” pungkas Mendagri (Asrif)

