Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menunjukkan resiliensi tinggi dalam menghadapi dampak bencana besar yang terjadi pada November 2025 lalu. Meski sektor pertanian sempat terpukul hebat, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan optimisme bahwa pemulihan ekonomi daerah tetap berada di jalur yang tepat tanpa perlu merevisi target RPJMD
Langkah konkret pemulihan ini ditandai dengan akselerasi produktivitas melalui sektor hortikultura dan pangan. Baru-baru ini, pada Selasa (3/3/2026), Bupati menghadiri kegiatan tanam bersama di Desa Sialaman, Kecamatan Sipirok. Kegiatan ini merupakan realisasi bantuan demplot cabai merah seluas setengah hektare (sekitar 7.500 batang) hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia Sibolga
Pemerintah daerah kini mengandalkan dua komoditas utama untuk mendongkrak kembali roda ekonomi:
Baca Juga : Pembangunan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Prioritaskan Pekerja Lokal : Target Rampung Juli 2026
- ​Varietas Padi Gamagora: Dioptimalkan untuk mengganti potensi kehilangan gabah.
- ​Cabai Merah F1 Hybrida Fulo: Varietas unggul produksi Bintang Asia yang diberikan kepada Kelompok Tani Dolok Marombun setelah melalui proses pembibitan intensif selama empat minggu
​”Sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen terhadap perekonomian daerah kita. Oleh karena itu, percepatan di sektor ini menjadi harga mati untuk menjaga stabilitas PDRB pascabencana,” ujar Bupati Gus Irawan
Bencana akhir tahun lalu memang menyisakan tantangan besar. Tercatat sekitar 3.000 hektare lahan sawah mengalami gagal panen. Dengan rata-rata produktivitas 5,5 ton per hektare, Tapsel diperkirakan kehilangan potensi produksi sebesar 16.500 ton gabah
Selain pemulihan lahan, pemerintah juga telah menyelesaikan pembangunan 2.038 unit rumah sesuai standar BNPB bagi warga terdampak. Namun, fokus utama saat ini tetap pada pemulihan ekonomi masyarakat, mengingat jumlah warga yang terdampak secara finansial jauh lebih besar dibandingkan kerusakan fisik bangunan. (Asrif)

