Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) mendorong Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SD Hole), menjadi salah satu wilayah percontohan pengembangan pertanian terpadu berbasis potensi lokal.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga saat menghadiri kegiatan penanaman jagung dan penebaran benih ikan di kawasan Air Terjun Damparan, Desa Damparan Haunatas, Sabtu (3/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Jafar yang hadir mewakili Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan salam sekaligus dukungan Bupati terhadap masyarakat Damparan dalam mengembangkan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan.
Menurut Jafar, pertanian menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius Pemkab Tapsel karena memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“ Bupati berkomitmen penuh mendukung pertanian, khususnya jagung yang akan kita andalkan. Kami dari pemerintah akan menyiapkan apa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk bibit dan dukungan sarana, ” ujar Jafar.
Ia secara khusus meminta jajaran Kecamatan SD Hole bersama pemerintah desa dan masyarakat bekerja maksimal agar wilayah tersebut dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi produktif.
Baca Juga: Persiapan Porprovsu Tapsel Dipanaskan, Sejumlah Cabor Jalani TC
“ Bupati selalu menyampaikan kepada saya, buatlah SD Hole menjadi percontohan. Karena itu saya minta Pak Camat, Pak Sekcam dan seluruh jajaran all out. Jangan sampai saya yang ditegur Bupati karena SD Hole belum menjadi contoh, ” katanya.
Selain penanaman jagung, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penebaran sebanyak 5.250 ekor benih ikan ke perairan kawasan Damparan.
Benih ikan yang ditebar terdiri dari 1.000 ekor ikan jurung ukuran 7 – 8 sentimeter, 1.500 ekor ikan mas ukuran 8 – 9 sentimeter, 1.500 ekor ikan tawes ukuran lokal 7 – 8 sentimeter, serta 1.250 ekor ikan baung ukuran 7 – 8 sentimeter.
Penebaran ikan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi perairan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat.
Pemkab Tapsel juga mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Jafar mengatakan, dirinya baru saja melakukan kunjungan ke Takengon untuk mempelajari tata kelola budidaya kopi.
Hasil pembelajaran tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam membangun tata kelola kopi di Tapsel.
“ Saya baru saja ke Takengon untuk melihat bagaimana mereka mengelola kopi. Kita akan belajar dari sana dan bersama Bupati akan membangun tata kelola kopi agar produktivitasnya bagus, ” jelasnya.
” Pengembangan kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, budidaya, pemeliharaan, pengolahan hingga pemasaran, ” pungkasnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan tokoh masyarakat Damparan, Zona Marpaung yang menyebutkan, masyarakat telah merasakan manfaat dukungan Pemkab Tapsel, salah satunya melalui bantuan alat pertanian yang membuat proses pembukaan dan pengolahan lahan menjadi lebih mudah.
Menurutnya, penggunaan alat tersebut juga mampu menekan biaya pengolahan lahan. Dari sebelumnya sekitar Rp3 juta, biaya untuk pekerjaan tertentu dapat ditekan menjadi sekitar Rp1,5 juta.
Pengembangan lahan jagung di Damparan pun terus mengalami peningkatan. Dari sekitar 20 hektare sebelumnya, kini telah mencapai sekitar 28 hektare dan ditargetkan berkembang hingga 35 – 40 hektare.
“ Masyarakat Damparan siap mendukung program jagung, ikan dan kopi yang dikembangkan Pemkab Tapsel, ” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Tapsel H. Sofyan Adil Siregar mengapresiasi semangat masyarakat Damparan dalam mengembangkan potensi desa.
Lihat Juga: Pemko Padangsidimpuan Dorong KB Berkualitas
Ia menilai pengelolaan perairan melalui konsep lubuk larangan perlu terus diperkuat sebagai bagian dari kearifan lokal sekaligus potensi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, aturan mengenai pengelolaan lubuk larangan perlu diperkuat agar terdapat kesepakatan yang jelas terkait waktu penangkapan ikan. Pengawasan juga harus melibatkan masyarakat.
“ Dari lubuk larangan itu ada dampak ekonomi yang bisa dibuat untuk pembangunan sosial kemasyarakatan, ” ujarnya.
Sofyan berharap keberadaan lubuk larangan tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian ikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan mendukung pembangunan desa.
Dengan pengembangan jagung, ikan dan kopi secara terpadu, Pemkab Tapsel berharap masyarakat Damparan dapat menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi daerahnya.
Dukungan berupa bibit, sarana produksi, pendampingan serta akses pembiayaan, termasuk KUR Berkah dengan bunga 0 persen, diharapkan mampu memperkuat usaha produktif masyarakat.
Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Tapsel mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan dan perkebunan.
” Damparan diharapkan tidak sekadar menjadi penerima program, tetapi berkembang menjadi desa percontohan yang mampu mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, ” pungkasnya. (Wan)

