Wartalive.co.id – Tim ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ir. Zulkipli Nasution, M.Sc dan Drs. Chairuddin, MS, menyebut hasil pengujian air sisa proses Tambang Emas Martabe masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Hal itu disampaikan dalam diseminasi hasil uji air sisa proses bersama masyarakat lingkar tambang PT Agincourt Resources (PTAR) di Emerald Hall Mega Permata Hotel, Padangsidimpuan, Kamis (1/10/2026).
Prof. Zulkipli mengatakan, hasil pengujian harus dibaca dengan membandingkan setiap parameter terhadap baku mutu yang berlaku.
Sejumlah parameter seperti pH, TSS, kadmium, kromium, tembaga, timbal, nikel dan seng disebut masih berada dalam rentang baku mutu.
Baca Juga: Rektor IKH: Teknologi Boleh Canggih, tetapi Tenaga Kesehatan Tak Boleh Kehilangan Kemanusiaan
Berdasarkan hasil pengujian, pH air berada pada kisaran 7,29–7,7, sedangkan baku mutu 6,0–9,0. TSS tercatat 2–13 mg/L dari batas maksimal 200 mg/L.
Untuk logam berat, kadmium berada pada kisaran 0,015–0,0161 mg/L dari batas 0,1 mg/L, kromium kurang dari 0,001 mg/L dari batas 1 mg/L, tembaga 0,134–0,14 mg/L dari batas 2 mg/L, timbal kurang dari 0,001 mg/L dari batas 1 mg/L, nikel 0,111–0,119 mg/L dari batas 0,5 mg/L, dan seng 0,137–0,156 mg/L dari batas 5 mg/L.
“ Yang penting bukan hanya melihat angka hasil pengujian, tetapi juga melihat kondisi air pada setiap titik pemantauan dan apakah terjadi perubahan setelah air mengalir, v” ujar Zulkipli.
Ia menekankan pentingnya pemantauan kualitas air secara berkala, transparan, serta membandingkan data antartitik dan dari waktu ke waktu untuk mengetahui kecenderungan perubahan kualitas air.
Senada, Drs. Chairuddin, MS mengatakan keterbukaan hasil pengujian kepada masyarakat penting agar informasi teknis dapat dipahami berdasarkan data.
“ Pemantauan lingkungan bukan hanya soal memenuhi angka baku mutu. Yang juga penting adalah melihat kecenderungan perubahan kualitas air dari waktu ke waktu, ” katanya.
Lihat Juga: HMI Cabang Kisaran-Asahan Gelar LK II Tahun 2026, 3 Kepala Daerah Hadir
Perwakilan masyarakat Kelurahan Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru, Ahmad Faris Hasibuan, mengatakan pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi air sisa proses.
Ia menyebut masyarakat sejauh ini belum merasakan dampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari.
Dalam forum tersebut, masyarakat juga menyampaikan persoalan pendangkalan dan penyumbatan aliran Sungai Batang Toru yang dinilai berpotensi menyebabkan air meluap ke permukiman saat hujan dan masyarakat berharap dilakukan normalisasi sungai.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tapsel, Jajang Maman, menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk mencegah kesalahpahaman antara perusahaan dan masyarakat.
Senior Manager Community Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan diseminasi hasil uji merupakan bentuk transparansi perusahaan. Pengambilan sampel dilakukan bersama masyarakat, sementara hasil pengujian dipaparkan dengan melibatkan tenaga ahli.
“bTujuannya transparansi, keterbukaan informasi untuk masyarakat dari operasional PTAR,b” ujar Christine.
Ia menambahkan, jika ditemukan parameter yang memerlukan perhatian, perusahaan akan melakukan investigasi dan perbaikan sesuai rekomendasi tim ahli.(Wan)

