Tuesday, October 13, 2026

Tingginya Warga Berobat ke Luar Negeri Jadi Evaluasi Layanan RS Sumut

Baca Juga

Wartalive.co.id – Fenomena warga Sumatera Utara yang memilih berobat ke luar negeri menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Sumut. Setiap tahun, dana masyarakat yang keluar untuk biaya pengobatan ditaksir mencapai lebih dari Rp7 triliun, (10/2/2026)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menilai kondisi tersebut sebagai sinyal bahwa pelayanan kesehatan di daerah harus terus dibenahi dan ditingkatkan. Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar dan Workshop Perumahsakitan yang digelar PERSI Wilayah Sumut di Medan.

- Advertisement -

Menurut Bobby, rumah sakit di Sumut perlu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari manajemen, sistem pelayanan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga : Konferensi Wilayah XVI HIMMAH Sumut Digelar di Asahan

“Kita tidak bisa menutup mata. Kalau masyarakat memilih berobat ke luar negeri, berarti ada hal yang harus kita perbaiki bersama. Rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang membuat pasien yakin dan percaya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien, sejak proses pendaftaran hingga penanganan medis. Kenyamanan, kecepatan, dan kepastian biaya disebutnya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Selain itu, Pemprov Sumut juga mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan sebagai langkah strategis agar Sumut mampu menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah barat Indonesia.

Terkait isu penolakan pasien akibat persoalan biaya, Bobby mengingatkan agar rumah sakit tidak mengabaikan tanggung jawab sosialnya. Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap memprioritaskan keselamatan dan pelayanan pasien.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit ketika membutuhkan layanan medis,” tegasnya.

Ketua Umum PERSI Bambang Wibowo dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan mendesak. Penggunaan teknologi, termasuk sistem digital dan inovasi alat kesehatan, diyakini mampu meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

Lihat Juga : Membahayakan Penumpang, Angkot Tak Layak Pakai Masih Marak Beroperasi di Medan

Sementara itu, Ketua PERSI Sumut Syaiful Munawar Sitompul menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan rumah sakit sangat penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata melalui program Universal Health Coverage (UHC).

Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan pameran teknologi kesehatan yang menampilkan berbagai inovasi layanan medis terkini. Diharapkan, upaya bersama ini mampu menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri dan memperkuat kepercayaan terhadap layanan kesehatan di Sumatera Utara.(Sry)

Sumber: Diskominfo Sumut

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya