Wartalive.co.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Padangsidimpuan mengikuti Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) secara daring di Ruang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padangsidimpuan, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan Masroini Letnan Dalimunthe, Sekretaris Daerah (Sekda) Rahmat Marzuki Nasution, serta Kepala Badan Pusat Statistik Kota Padangsidimpuan Aris Saryono.
Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang diintegrasikan dengan pelatihan UP2K tersebut menjadi langkah strategis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memetakan sekaligus memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.
Dalam sesi pelatihan UP2K, peserta mendapatkan pelatihan pengolahan buah salak menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti keripik salak, sambal salak, selai salak, hingga sirup salak.
Pelatihan menghadirkan Teguh Sunarya, Formulator Pangan Fungsional Pupuk Hayati asal Jember, sebagai mentor secara daring dan memperkenalkan beberapa produk olahan salak, seperti keripik salak, sambal salak, selai salak, hingga sirup salak.
Baca Juga : Kekerasan Terhadap Anak di Padangsidimpuan, Pelaku Tak Berkutik Saat Ditangkap
Dalam sambutannya Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, menyatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan UP2K.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Sensus Ekonomi memiliki peranan penting sebagai dasar dalam memperoleh data yang akurat mengenai kondisi dan perkembangan usaha di daerah.
Data tersebut nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan pengolahan buah salak sebagai bagian dari program UP2K.
Salak merupakan salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Melalui kreativitas dan inovasi, buah salak dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Baca Juga : Cuaca Buruk Tak Surutkan Prajurit TNI Cari Korban Longsor Batangtoru
” Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama dalam membangun ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, meningkatkan daya saing UMKM, serta mewujudkan masyarakat Padangsidimpuan yang lebih mandiri dan sejahtera, ” ujar Wali Kota
Sementara Teguh Sunarya dalam paparannya menyampaikan, bahwa buah salak memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara kreatif dan inovatif.
Menurutnya, salak tidak hanya dapat dijual sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Ia menjelaskan, pengolahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan kelompok PKK.
“ Salak memiliki cita rasa khas yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan daerah. Jika dikemas dengan baik dan dipasarkan secara modern, produk olahan salak mampu bersaing di pasar yang lebih luas, ” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan proses produksi, serta inovasi dalam pengemasan agar produk lebih menarik dan tahan lama.
Menurutnya, pengemasan modern menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di tengah persaingan pasar saat ini.
Baca Juga : Madina Kirim 2 Siswa Asal Panyabungan Ikuti Seleksi Calon Paskibra Propinsi Sumatera Utara
Selain itu, Teguh mendorong para peserta pelatihan agar tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi mampu menerapkan keterampilan tersebut secara langsung di lingkungan masyarakat binaan, sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
“ Melalui pelatihan ini, saya berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi motor penggerak lahirnya usaha-usaha kreatif berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” katanya.
Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan, Masroini Letnan Dalimunthe, menyampaikan, Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan UP2K menjadi langkah positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya data ekonomi sekaligus mendorong pengembangan UMKM keluarga.
“ Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar perencanaan pembangunan, tetapi juga membekali kader PKK dengan keterampilan yang dapat diterapkan langsung untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui sektor UMKM, ” ujarnya.
Ia berharap seluruh kader TP PKK dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyosialisasikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Baca Juga : Wakil Bupati dan Kapolres Labusel Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih Di Bunut
“ Melalui pelatihan UP2K ini, kami ingin kader PKK mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif di tengah masyarakat. Potensi lokal seperti buah salak harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, ” tuturnya.
Salah seorang peserta pelatihan, Ny. Ervina Jhonny Parulian Situmeang, mengaku, sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan UP2K ini sangat bermanfaat bagi kami.
Selain mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pendataan ekonomi, kami juga memperoleh keterampilan baru dalam mengolah salak menjadi produk bernilai jual.
Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu menambah pendapatan keluarga.
“ Kami ingin ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi bisa dikembangkan menjadi usaha kecil yang bermanfaat bagi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar, ” katanya.(Wan)

