Wartalive.co.id – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan menggelar kegiatan Pembekalan Penamatan dan Pelepasan Mahasantri Tahun Ajaran (TA) 2025/2026 di Auditorium UIN Syahada Padangsidimpuan, Kamis (25/6/2026).
Mengusung tema “From Ma’had to Society: Forming a Generation of Faith, Knowledge, Character, and Service”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasantri untuk mengakhiri masa pembinaan di Ma’had dan bersiap mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh di tengah masyarakat.
Kegiatan pelepasan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan kreatif dari para mahasantri, bahkan, hadirin disuguhkan pertunjukan tari, pencak silat, persembahan lagu dari para penghafal Al-Qur’an, nasyid, hingga penampilan Band Ma’had Al-Jami’ah.
Baca Juga : 29 Anak Rentan di Padangsidimpuan Terima Bantuan Kemensos
Beragam penampilan tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan di Ma’had tidak hanya berfokus pada aspek spiritual dan keilmuan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan bakat seni, budaya dan kreativitas mahasiswa.
Mudiroh Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan, Sylvia Kurnia Ritonga, M.Sy, dalam laporannya menjelaskan bahwa selama TA 2025/2026, Ma’had telah melaksanakan berbagai program pembinaan yang mencakup penguatan keagamaan, pembentukan karakter, pengembangan akademik, serta peningkatan kreativitas dan keterampilan mahasiswa.
“ Ma’had Al-Jami’ah hadir sebagai ruang pembinaan yang tidak hanya membentuk kemampuan keagamaan mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan dan kepedulian sosial, ” ujarnya.
Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Sumper Mulia Harahap, dalam sambutannya menegaskan, Ma’had Al-Jami’ah memiliki peran strategis dalam mendukung visi pendidikan tinggi Islam melalui pembentukan mahasiswa yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Menurutnya, keberadaan Ma’had Al-Jami’ah merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang mewajibkan seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menyelenggarakan program asrama atau Ma’had sebagai sarana penguatan pembinaan mahasiswa.
“ Ma’had bukan hanya tempat tinggal mahasiswa, tetapi menjadi tempat pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta proses membangun generasi yang memiliki ilmu dan akhlak. Apa yang telah diperoleh selama berada di Ma’had harus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masyarakat, ” kata Prof. Sumper.
Ia menambahkan, para mahasantri yang telah menyelesaikan masa pembinaan di Ma’had memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Lihat Juga : Ditinggal untuk Selamanya, Novia Rahmadhani Dikenang sebagai Putri Terbaik Daerah
“ Setelah keluar dari Ma’had, saudara-saudari bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik UIN Syahada Padangsidimpuan. Jadilah generasi yang memiliki iman yang kuat, ilmu yang luas, karakter yang baik, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, ” pesannya.
Melalui kegiatan pembekalan dan pelepasan tersebut, Ma’had Al-Jami’ah UIN Syahada Padangsidimpuan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan iman, ilmu, karakter dan semangat pengabdian.
” Semangat “From Ma’had to Society” menjadi pesan utama bahwa proses pendidikan di Ma’had bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para mahasantri untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan agama, ” tegas Rektor. (Wan)

