Wartalive.co.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Medan (Unimed) mengadakan kegiatan pendampingan bagi para guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Taman Pendidikan Islam Medan Amplas.
Acara yang berlangsung pada Selasa (5/8/2025) ini bertujuan membantu guru menyusun modul ajar berbasis digital yang adaptif untuk siswa berkebutuhan khusus.
Dalam kegiatan ini, pakar pendidikan Dr. Irsan didapuk sebagai narasumber. Ia menyampaikan bahwa modul ajar digital harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan individual siswa berkebutuhan khusus, baik dari segi konten maupun bahasa, agar mudah dipahami dan dapat memotivasi mereka untuk belajar mandiri.
Baca Juga : Polda Sumut Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita Puluhan Ribu Ekstasi
“Modul ajar digital harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan individual siswa berkebutuhan khusus, baik dari segi konten, bahasa, maupun tampilan,” tegasnya.
Ketua Tim PKM Unimed, Laurensia Perangin-angin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya.
Tujuannya adalah mendorong para guru agar mampu menghasilkan bahan ajar yang interaktif dan mendukung peningkatan literasi serta pembentukan karakter siswa.
Selain Dr. Irsan, kegiatan ini juga melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed.
Mahasiswa Yusron Abda’u Ansya memaparkan cara praktis menyusun modul digital menggunakan aplikasi Canva, sementara Salwa Harahap memaparkan contoh modul tematik yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan aspek literasi dengan penguatan karakter.
Lihat Juga : Bupati Solok dan Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Dua Nagari
Kepala SLB Taman Pendidikan Islam Medan Amplas, Lindayani, mengapresiasi dukungan Unimed.
Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang menilai materi pelatihan sangat bermanfaat untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan bermakna bagi siswa berkebutuhan khusus. (Ananda)

