Tuesday, October 13, 2026

Masjid Raya Panyabungan, Pusat Syiar dan Pendidikan Al-Qur’an di Madina

Baca Juga

Wartalive.co.id – Masjid Al Qurro’ Wal Huffazh Panyabungan atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Raya Panyabungan terus menjadi pusat syiar Islam dan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), (22/01/2026)

Masjid yang berada di Jalan William Iskandar, tepat di jantung Kota Panyabungan ini tidak hanya dikenal sebagai masjid tua, tetapi juga memiliki kekhususan sejarah yang kuat dalam mencetak ahli baca dan penghafal Al-Qur’an.

- Advertisement -

Sesuai dengan namanya, Al Qurro’ Wal Huffazh yang berarti “para pembaca dan penghafal Al-Qur’an”, masjid ini sejak awal pendiriannya memang difokuskan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1950 dan hingga kini tetap menjadi kebanggaan masyarakat Madina.

Baca Juga : Jembatan Aramco Tukka Rampung, Akses Warga Kembali Normal

Ketua Kenaziran Masjid Al Qurro’ Wal Huffazh, Kholikan Lubis, menjelaskan bahwa masjid tersebut berdiri atas gagasan Imam Besar Masjidil Haram asal Mandailing, Abdul Qodir Al Mandili. Gagasan itu berawal dari permintaan Raja Huta Siantar agar Abdul Qodir Al Mandili mengirimkan tenaga pengajar untuk membina masyarakat di kampung halaman.

“Abdul Qodir Al Mandili kemudian mengutus dua putranya, Muhammad Ja’far dan Muhammad Ya’qub, untuk mengajar baca Al-Qur’an dan menghafal Al-Qur’an di Panyabungan. Kegiatan itu dilakukan secara rutin setiap hari Senin,” ujar Kholikan Lubis.

Dari pembelajaran tersebut, lahirlah banyak murid yang mahir membaca Al-Qur’an dan berhasil menjadi hafiz. Para penghafal Al-Qur’an itu kemudian dipercaya menjadi imam masjid, bahkan secara turun-temurun diwajibkan bahwa imam Masjid Al Qurro’ Wal Huffazh haruslah seorang hafiz. “Tradisi itu masih dijaga hingga sekarang. Imam masjid diutamakan yang hafal Al-Qur’an, sehingga ruh dan kekhususan masjid ini tetap terpelihara,” sambungnya.

Lihat Juga : Rotasi Pejabat Polres Madina, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Hingga kini, Masjid Al Qurro’ Wal Huffazh tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta rujukan sejarah Islam di Madina. Keberadaannya menjadi simbol kuat hubungan masyarakat Mandailing dengan tradisi keilmuan Islam dan Al-Qur’an.

Sebagai masjid yang berdiri di pusat kota, Masjid Raya Panyabungan ini terus ramai dikunjungi jamaah, baik untuk shalat berjamaah, pengajian, maupun sekadar menapaktilasi sejarah panjang lahirnya para imam dan penghafal Al-Qur’an dari Tanah Mandailing.(Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya